1.
Angin…
hari ini aku bertanya padamu
Mengapa engkau tak pernah minta bayaran dari alat pernafasanku
Apa dan siapakah engkau
Seluruh tubuhku engkau jelajahi
Segenap ragaku engkau telusuri
Datang tak pernah aku meminta
Pulang tak mampu aku menunda
apalagi bisa membatalkannya
2.
Wahai nafas…
ragaku tak berdaya tanpa adamu
tubuhku pasti mati tanpa hadirmu
Saat aku terjaga dan berkelana
engkau selalu menyertai diriku
Ketika aku lelap menutup mata
engkau tetap menemani adaku
Apa dan siapakah yang mengatur hadirmu
Apa dan siapakah yang berkuasa menghentikan fungsimu?
3.
Wahai udara dan nafasku
Aku hidup harus bersama hadirmu
Aku mati hanya engkau yang pisahkan jiwa ragaku
Mengapa manusia harus bernafas untuk hidup
Mengapa mati artinya tak bernafas
Alat pernafasanku bisa berhenti berfungsi
tetapi engkau udara tak pernah berhenti berada
Adalah engkau udara adalah kembaran waktu
sehingga ada dimana-mana
Ataukah ada Penguasa yang sejatinya mengatur semuanya?
4.
Wahai nafasku
aku datang membawa angka tanya
juga hanya karena engkau berfungsi
Aku telah bertanya pada udara
namun selalu diam tak ada jawaban
Bersatunya jiwa raga pribadiku karena engkau nafas
Berfungsinya nafas karena engkau udara
Adakah engkau udara adalah jawaban bagi tanya nafasku
Ataukah ada Sang Waktu yang mengatur udara dan nafasku?
5.
Pulang rinduku merayu waktu
agar bisa dapatkan jawaban udara
Serpihan dambaku membelai nafas
agar mau bicara pada angin
Bolehkah mengantar rindu dambaku
bertanya pada Sang Pemilik semesta
Ataukah waktu, udara dan nafas
adalah mata, telinga dan mulut-Nya
yang selalu melihat, mendengar dan menjawab tanyaku selama ini?

