1.
Agape…
Revolusi keagungan cinta kasih
Cinta demi kebahagiaan orang yang dicintai
Kasih demi keselamatan orang yang dikasihi
“Inilah piala Darah-Ku
Darah Perjanjian Baru dan kekal
yang akan ditumpahkan demi pengampunan dosa
Ambil dan minumlah
Inilah Tubuh-Ku
yang jadi santapan Ilahi
demi keselamatan abadi
Ambil dan makanlah!”
Ada amanat agung ditegaskan
“Lakukanlah ini sebagai kenangan akan Aku”
Sampai hari ini terus dilakukan Menggema beragam makna sesuai pilihan
Terus mengalir aneka hujat dan perdebatan
2.
Setelah minum Darah-Mu dan makan Tubuh-Mu
Yudas Iskariot berkelana menyibak gulita
Ada perjumpaan penuh rahasia
Ada 30 keping perak diterima
Piala Darah-Mu menjelma dalam ciuman
Tubuh-Mu berubah dalam kepingan perak
Meskipun terhampar di bawah jasadnya
Entah mengapa Yudas mesti menggantung dirinya?
3.
Bersama para murid di Getsemani
Kami terbiasa mengantuk dan tertidur jadi pilihan
Entah karena mabuk piala Darah-Mu
Entah karena kenyang makan Tubuh-Mu
padahal Engkau bergulat bermandi keringat darah
“Kalau boleh, biarkan piala ini berlalu dari-Ku
Tetapi bukan kehendak-Ku,
melainkan terjadi hanya rencana kehendak-Mu”
Doa dan seruan kami berbeda
“terjadilah sesuai kehendak dan selera diriku
Bukan kehendak-Mu, ya Tuhan”
4.
Petrus tampil menghardik musuh
Pedang bicara membela diri-Mu
Namun,
perintah-Mu justru berbeda
“Sarungkanlah pedang keberanianmu
Kembalikan telinganya pada tempat semula”
Tetapi…
keberanian Petrus sirna di pelataran Yerusalem
Tiga kali harus berbohong sebelum ayam berkokok ingatkan
“Dia menyangkal tidak mengenal diri-Mu
agar selamat dari tuduhan dan pertanyaan”
Aku juga biasa menyangkal diri-Mu
ketika harus selamatkan nasibku
Anehnya…
kepada Petrus itu tongkat gembala dipercayakan
“Kefas, di atas batu karang ini
Aku akan mendirikan Gereja-Ku
Gembalakanlah domba-domba-Ku”
Apakah ini misteri Agape
Manakah Gereja yang Engkau dirikan?
5.
Sudah 2000 tahun berlalu
Piala Darah-Mu diminum
Tubuh-Mu jadi makanan Ilahi
Jumlah yang percaya terus bertambah
meskipun…
tak kurang yang menghujat
Gereja dan tongkat gembala-Mu masih terjaga
meskipun…
ribuan tongkat gembala dan gereja tandingan terus dilahirkan
Perdebatan dan hujatan tak pernah sirna
Bahkan banyak yang jadikan konten sosmed
agar bisa mendapat kepingan uang
agar viral dan puaskan selera
Inikah penggenapan sabda-Mu?
“Aku datang bukan untuk membawa Damai, tetapi pedang”
Ya, Yesus Kristus
Revolusi cinta kasih-Mu penuh misteri
dan kami harus bijaksana memilih
Apakah damai kasih-Mu
atau pedang kehendak selera diri
Tolonglah kami dengan sakti rahmat-Mu?

