1.
Daun-daun Bicara
Kepada seorang pemuda sahaja
mengendarai keledai hasil pinjaman
Ada lambaian daun-daun bicara
tentang hadirnya Raja adil
untuk membela lara nestapa mereka
tentang datangnya pemimpin bijaksana
untuk memutuskan belenggu penindasan
tentang seorang penyelamat kehidupan
untuk memberi makan yang lapar dan menghilangkan dahaga
Ternyata…
harapan segera hilang pudar
karena pemuda sahaja didera sengsara
hukuman mati di salib hina
Zaman terus berubah rupa
lara derita tak pernah sirna
mendera membelenggu yang miskin papa
Karena yang berkuasa berbeda kepentingan
Karena yang kaya tak sama selera dengan rakyat jelata
Karena yang punya senjata gagah perkasa menginjak sesama yang lemah tak berdaya
Maka
pemuda sahaja yang tak ada tahta
yang tak punya harta dan senjata
ternyata ditangkap dan dihukum hina
Karena dituduh menghujat Allah
dan berani membela nasib rakyat jelata
2.
Kebenaran Sang Waktu
Ketakutan membelenggu jiwa raga
Entah karena diwariskan tradisi
Entah karena tak percaya diri
Entah karena malas berpikiran waras jernih
Maka,
demi selamatkan nafas pribadi
banyak yang jadi munafik dan budak sesama
bahkan rela jadi tumbal kejahatan
Karena sesama mempunyai kuasa
Karena sesama memiliki harta dan senjata
Bahkan…
sepertinya ketakutan dan kebodohan dilanggengkan
malahan diyakini sebagai warisan kebenaran
Sejarah menulis kisah peradaban
banyak orang benar dikorbankan
dengan kekuatan fisik dan senjata
karena dianggap mengancam kuasa dan harta
karena dicurigai membongkar tradisi kejahatan
Nasib orang waras dan pribadi jujur
sepertinya sering jadi korban dan terbiasa harus disingkirkan
Karena kegelapan rakus tamak nafsu
tak bertahan di depan cahaya kebenaran hakiki
Sang Waktu selalu menegaskan
kebenaran pasti menang atas kejahatan

