1.
Ritual Mudik
Aku harus pulang mudik
Tak peduli harga ongkos transportasi
Tak peduli harus lelah berkendaraan
Tak peduli apa yang mampu kubawa
Tak peduli apa keadaanku
Tetapi…
Aku harus mudik ke kampung
bukan karena tradisi tetapi kebutuhanku
Desah nafas mengingatkan asalku
di mana ada tumpah darah lahirku
Desir darah memanggil kesadaranku
pada tali pusar dan ari-ari
pada orangtua sanak saudara
pada para leluhur dan penjasa
Aku pulang berterima kasih
Aku mau bersyukur dan mohon doa
2.
Maaf dan Doa
Ada saat perjumpaan istimewa
setelah menata jiwa raga
dalam menunaikan ibadah puasa
Bersama menyambut berkah Hari Raya
Idhul Fitri penuh bahagia
Agar melanjutkan ziarah amal ibadah
Aku sadari ada salah khilaf manusia
maka harus memohon maaf dari sesama
serta ikhlas memberi maaf juga
Saling bersalaman dan memaafkan
karena syukuri berkah Ramadhan
karena boleh menyambut Hari Lebaran
Mengalir dalam ucapan selamat
saat berjumpa dan tangan saling berjabat
Ada doa membagi kebahagiaan
Ada permohonan saling memaafkan
Jiwa raga mengukir amal ibadah
dengan sesama saudara dan di hadapan Allah
3.
Mantra Takbir Bergema
Dengan nama-Mu, ya, Allah
jiwa ragaku lantunkan takbir
Engkau Allah Maha Besar
Engkau Allah Maha Pengasih dan Penyayang
Engkau Allah Maha Rahim
Bukan saja bagi diri pribadiku
Tetapi…
bagi saudara-saudari seiman
bagi sesama saudara manusia
bagi segenap alam semesta
Doa syukur dan sujud sembah
Rahmat dan keagungan-Mu
Wahai Sang Ilahi Maha Suci
Mantra Takbir ini bergema
laksana untaian tasbih tak berujung
mendaraskan nama terindah-Mu, ya, Allah
Mantra Takbir ini bergema
sadarkan iman pribadi dan semua
Kasih sayang-Mu tak pernah berkesudahan
Kerahiman-Mu tak habis diberikan
Bagi kami umat manusia sahaja
jika tulus sujud dan beriman taqwa
sebagai ciptaan-Mu yang pandai bersyukur

