1.
Ada tertulis di lembaran peradaban
Tentang keadilan antara manusia
mungkin itu disebut demokrasi
dalam sebuah negara berdaulat
Ada lagi tercatat di jiwa raga
tentang harkat martabat sama setiap pribadi
Mungkin itu disebut Hak Asasi Manusia
Namun…
Sejarah terus mencatat pengalaman
Demokrasi ada seribu wajah
tergantung di mana dan siapa yang bicara
bahkan sering jadi tameng penindasan
Pengalaman mengungkap kisah cerita
HAM hadir berjuta sosok rupanya
entah oleh siapa dan untuk apa
HAM jadi kata berbisa dan berbusa penuh virus
yang terus merenggut nyawa dan harkat martabat rakyat
2.
Untuk HAM yang suci dan sakral itu
sepertinya antara kata berbeda dengan kenyataan
Deretan angka kasus kemiskinan terus bertambah
jurang yang lara derita makin melebar
dengan puncak menara segelintir yang kaya dan berkuasa
Kejahatan terhadap alam dan kemanusiaan
kisah cerita terus membanjir
seperti padang sampah di daratan
Banjir racun di air dan samudra
Polusi mengoyak angkasa dan udara
Bahkan ada anomali biadab
banyak yang teriak HAM dengan lembaga yang hebat
Justru melakukan pelanggaran HAM dengan bangga
3.
Terdengar begitu mulia dan beradab
Demokrasi artinya kedaulatan rakyat
kekuasan dari, oleh dan untuk rakyat
Kedaulatan demi keadilan dan kemanusiaan
yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa
Demokrasi di negeri ini indah
berbaju Pancasila, tetapi bernafas korupsi dan berdarah kerakusan dan ketamakan
Demokrasi adalah kekuasaan demi keuangan yang maha esa
Alam dikuras demi kekayaan segelintir pribadi dan kelompok
Jabatan digunakan untuk ketidakadilan dan penjajahan hak rakyat bangsa ini
Apakah ini wajah Demokrasi Pancasila?
4.
HAM dan Demokrasi bergema nyaring
Biasa dikumandangian di ruang resmi dengan lembaga terhormat
Sudah didandani dengan asesoris aturan
Diajarkan di lembaga pendidikan
Didukung dengan sumpah jabatan sakral
atas nama Allah dan Kitab Suci
Namun,
ketika fakta penegakkan hukum dialami
Ternyata sulit menemukan keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Hukum bisa dibeli dan sering tumpul kepada yang mempunyai kuasa dan harta
tetapi tajam kepada rakyat sederhana merana
Rupanya Demokrasi seribu wajah
dan HAM punya sejuta rupa sosoknya
Inikah panggung sandiwara kehidupan?

