1.
Aku dan Pikiranku
Dalam hening aku gugat hadirmu
‘Wahai tanya, mengapa engkau selalu hampiri pikiranku’
Saat ramai juga berkali kuminta
‘Jawablah aku, hai, tanya
apa dan siapakah engkau’
Ketika aku terlelap tidur
Sang tanya datang menjawab
mungkin itu hadiah mimpi
“Aku tanya tak punya jawaban
Tanyakan saja pada pikiranmu
mengapa aku selalu datang”
Kepada pikiran kucoba bertanya
“Apa dan siapakah tanya itu”
Lalu dijawabnya tegas singkat
“Engkau adalah pikiranmu
dirimu adalah sang tanya
Maka engkau ada dan hidup”
2.
Bisikan Nafasku
Wahai, alat pernafasanku
apakah kalian tak lelah beraksi
Saat aku sadar bergerak maupun lelap tertidur
kalian tak pernah beristirahat
Apa dan siapakah yang mengaturmu?
Nafas membisik lirih padaku
“Kami juga hanya melakukan tugas
Menghirup dan menghembus udara
Tanyakan pada sang waktu dan ruang
mungkin ada jawaban bagi tanyamu”
Sang waktu malah bertanya
“Adakah terima kasih pada alat pernafasanmu
Berapa yang sudah kau bayar udara atas nafasmu?”
Aku diam tak punya jawabannya
3.
Rambut dan Jejak Telapakku
Aku tahu kalian ada
tetapi tidak selalu kuperhatikan
Ada rambut di kepala
jumlahnya tak pernah mampu kuhitung
Juga rambut di bagian lain tubuh
Bahkan sejak dalam kandungan
dan nanti kembali ke perut bumi
aku masih mempunyai rambut
Rambut…
Apakah engkau kembaran angin?
Telapak kaki terbawa dari lahir
Ada upaya merangkak lalu berjalan
Sekarang umurku berusia emas
masih berkelana membuat jejak
Tetapi…
tak pernah mampu kuhitung jumlah jejak
Mungkin dengan alat canggih
juga tak akan pernah digapai
Berapa jejak langkah selama hidup
Wahai debu tanah…
apakah ada rekaman jejak langkahku?

