1.
Orang-orang menyalakan lilin nafsunya
Siang mengejar mentari untuk meneranginya
Malam memburu purnama dan bintang untuk menyinarinya
Tak peduli angin mematikan lilin
dan telapak kakinya masih menginjak debu tanah
Entah berapa lama nyala lilinnya
2.
Ratusan bocah berderet di pantai samudra
Mereka berteriak untuk menghentikan debur ombak
Mereka menggali lubang di pasir
agar mengeringkan air lautan
Namun ada air dari dalam lubang
dan gelombang datang menerjang
Entah ke mana nasib mereka
3.
Sangat banyak manusia berambisi
memaksakan selera kepada sesama insani
Bahkan ada yang merasa maha daya
mampu membela dan melindungi Sang Pencipta
Tuhan diciptakan berwarna-warni
sesuai kemampuan untuk berkreasi
dengan kuas kanvas dan warna miliknya
4.
Serpihan mimpi letih berserakan
tetapi terus dijadikan tradisi kebenaran
Puing nafsu dan gengsi gentayangan
namun tetap dipaksakan sebagai kebaikan
Ruang dan waktu terus berinkarnasi
dalam realitas penuh misteri
Perlombaan tipu demi kata dan angka
Dunia seperti panggung sandiwara
5.
Nalar manusia berlari dan terbang
ingin menelan angkasa dan melumat semesta
Ketika lapar dan dahaga
masih merengek pada debu tanah
Saat berkobar nafsu keterasingan
nafasnya masih mengemis pada udara
Ada keyakinan nafsu pribadi jadi tuan dan Tuhan atas semuanya

