1.
Tanya Doa-ku
Ya, Allah, ya, Rabb
Sudah berkali-kali sujudku di atas sajadah ini
Menoreh kewajiban menulis doa
Adakah jawaban-Mu untuk pintaku
Ya, Allah, ya, Tuhanku
Telah jutaan langkah aku berkelana
menyusuri malam dengan tasbihku
Nama-nama terindah-Mu kudaraskan
Adakah Maha Kasih-Mu mendengarkan
Aku ingin jadi angkasa
biar bertaburan planet dan bintang
dan selalu memeluk cahaya-Mu terang
Aku ingin jadi samudra
agar bisa siang malam membagi ombak gelombang
Atau
Jadikan aku sebesar sajadah
agar setiap hari dipakai sembahyang
Oleh jiwa raga yang taat sahaja bijaksana
Ya, Allah Maha Rahman dan Rahim
inilah tanya papa doaku
inilah nalar miskin sujudku
Aku hanya debu di alas bumi-Mu
Aku cuma setitik cahaya dari mentari-Mu
Aku ini secuil desah dalam udara-Mu
Bismillah
Kun faya kun
Ya, Allah…
Terjadilah menurut kehendak-Mu
pada diri kami hamba dan ciptaan-Mu
2.
Di Kaki Salib-Mu
Ada apa gerangan, hai, pemuda
memikul lara derita umat manusia
Untuk apa, hai, pemuda
raga terluka tumpahkan darah
bagi salah dosa sesama
Aku sebutir pasir di pantai berlumur dosa
Tak mampu menahan ombak gelombang cinta
Apalagi mampu keringkan samudra misteri Pencipta
Salib-Mu merobek angkasa jiwa raga
tanya akal tak mampu meraih jawaban sempurna
Revolusi inkarnasi Sang Ilahi
tak sanggup diperdebatkan selera insani
Hanya iman yang menolong budi
indra memang tak mencukupi
Melumat semua misteri Ilahi
dalam diri dan alam semesta ini

