1.
Aku tidak pernah meminta terlahir ke dunia
Aku terlahir dari luka dan darah
Aku diperanakkan dari lara dan derita
Maka…
Aku membutuhkan kebebasan dan martabat kemanusiaan
Aku merindukan kasih cinta
Aku mendambakan damai bahagia
Aku membutuhkan sesama saudara
Aku mencari Sang Pencipta
Kapan dan di manakah?
2.
Aku bertanya kepadamu…
Apakah luka dan darah
bisa disembuhkan dengan perang dan senjata
Apakah derita lara
bisa dipulihkan dengan nafsu dendam membara
Adakah perang terlahir dari cinta
dan pembunuhan pasti membuahkan kasih sayang
Di manakah angkara murka dan kejahatan menghasilkan damai bahagia
Benarkah ini nasib dari takdir Sang Pencipta?
3.
Jawablah aku…
Jika kejahatan dan angkara murka
adalah jaminan rindu dambaku
Jika senjata perang dan dendam membara
adalah solusi lara deritaku
Jika pembunuhan dan saling menghancurkan
adalah jawaban cinta bagi harkat martabatku
Jika nasib lara derita kami sebagai tumbal kejahatan adalah takdir Sang Ilahi?
4.
Jika benar demikian adanya
Maka…
Aku tidak membutuhkan kebebasan dan martabat kemanusiaan
Aku tidak mengharapkan cinta kasih
Aku tidak merindukan damai bahagia
Aku tidak punya sesama saudara
Aku tidak mau tahu Sang Pencipta
Aku nikmati saja nasib dan takdirku

