1.
Emas Pengampunan
Kilau putih kuning diagungkan
bukan karena angka dan kata
bukan karena kuasa dan harta
Tetapi…
karena jiwa raga sahaja
nyatakan harkat dan martabatnya
dengan memberi ampun pada sesama
bahkan memeluk dan mendoakan musuhnya
Karena
mengasihi sesama seperti dirinya
Jangan berikan emas kepada binatang
Jadikanlah dirimu emas berkilau cemerlang
Karena bisa lakukan amal kasih
Karena mau bertindak dengan hati sanubari
Karena menyadari diri sebagai pembawa Nur Ilahi
di tengah kehidupan sesama insani
Emas itu memberi dan berbagi
pengampunan itu kunci Misteri Ilahi
2.
Pesona Berlian Damai
Kelana rindu tekad penggali
menukik ke perut bumi mencari
Temukan sosok batu istimewa
puncak harga makna dan damba
Perjuangan kelana ke dalam jiwa raga
Aku pembawa damai bagi sesama
Pikiran dan perasaan terus digosok asa
Agar batu jadi luar biasa berharga
Jiwa raga dipotong dan dibentuk
sehingga berguna karena amal cinta
Bukan dengan harta kuasa dan bicara
Berlian pribadi mempersembahkan damai sejati
3.
Gemerlap Zaman
Irama jagat raya abadi
meski tak ada yang peduli dan menari
Nada alam semesta lestari
walaupun tak didengar dan dicari
Sang Seniman Agung tersenyum. Maha Misteri
Zaman silih berganti berdandan
Manusia berkreasi merajut peradaban
Ada parade kata dan angka
agar jiwa raga diberi makna
Manusia terus membuat lakon sandiwara
entah jadi apa dan siapa
4.
Sepotong Mantra Doa
Hai udara,
Terima kasihku padamu
yang melukis desah nafasku
tetapi aku jarang menyapamu
apalagi mampu membayarmu
Syukur kepada-Mu
Sang pemilik udara
yang membuat aku ada
dan bisa menyapa udara
Wahai udara
karena adamu maka aku hidup
Aku pasti mati tanpa menghirupmu
Engkau selalu ada bersama waktu
entah ada atau tidak diriku
Sambutlah terima kasih dan syukurku
Meskipun sering aku abaikan adamu

