1.
Parade Dinamika
Desah nafas sering merana
tanpa kawan terus mengembara
Desir darah terbiasa kesepian
berlari tak ada teman
Tetapi…
dalam diam terus menagih pribadi
dalam sunyi selalu menggugat diri
Telapak kaki seperti pantai
selalu diterpa ombak gelombang
Siang malam setiap hari
bercanda dengan debu tanah yang terbang
Rindu damba terus memacu berlari
Kehidupan menantang untuk terus berjuang
menjawab tanya asali diri pribadi
2.
Kembang Merah itu
Pada kembang merah itu
Putih menoreh di bibirnya
Entah untuk apa dan siapa
Entah mengapa
Pada kembang merah itu
Kuning keemasan berkumpul di tengahnya
Entah itu biji untuk benihnya
Entah penghias atau intinya
Pada kembang merah itu
Ada pesona dan kisah cerita
Ada yang menggoda untuk tanya
Ada yang tersembunyi menyimpan makna
Pada kembang merah itu
Daun-daunnya seperti membisu
Batangnya seolah tak tahu
Akarnya menyorot setiap kalbu
3.
Anomali
Kebutuhan tak henti mendesak raga
Tawaran mempesona menggoda selera
Pikiran diterjang kemampuan dan fakta
Hati sanubari diserbu kata dan angka
Alam semesta menari dengan nada irama
sesuai melodi Sang Pencipta semesta
Ketika berkaca pada debu tanah
ternyata mata tak bisa melihat tanpa cahaya
Saat bertanya pada angkasa
ditagih kemampuan istimewa jiwa raga
Apakah bisa mendengar suaranya
Apakah mampu melihat wajahnya
Bisakah mengikuti irama dan nadanya

