1.
Pesona Kembang dan Kuncup Bunga
Cahaya mentari merangkai cerita kembang-kembang mekar mempesona
Senyum purnama hening dalam gulita
memeluk kuncup yang lelah berkelana
Angkasa menyaksikan tanpa suara
Entah berapa yang peduli pada mereka
Entah siapa yang menyimak maknanya
Entah berapa yang dengarkan kisahnya
Tarian jagat raya lestari
Nanyian alam semesta abadi
Ini kreasi agung Sang Seniman Ilahi
Sungguh ajaib dan penuh misteri
Tanyaku sejenak menahan langkah kaki
Kagumku mendesak gerakkan jemari
Aku abadikan dalam memori
Aku bawa pulang dalam hati sanubari
2.
Dahan Pohon Bicara
Ada seribu kisah pohon-pohon
tentang debu tanah dan akar-akarnya
Ada sejuta kisah dahan-dahan
tentang udara dan daun, bunga buah
Mereka bercerita tanpa suara
Mereka berkisah tanpa kata
Entah siapa yang bisa mendengar
Entah apa yang bisa menggambar
Suara alam berbeda dengan kecanggihan nalar
Kearifan tradisi sudah ketinggalan zaman
Kemajuan harus ada perubahan dengan pembangunan
Hari ini berbeda kisah cerita baru
Kisah pohon-pohon instan di kota
yang kelihatan daunnya hijau
tetapi akarnya dikarbit
dengan pupuk dan kreasi modern
Ada juga yang diubah jadi mumi
nama kerennya keindahahan bonsai
Sedangkan dahan-dahan
juga harus berkelahi dengan polusi
karena habitatnya mengikuti kreasi
Ada inovasi daun, bunga dan buahnya
Deretan kisah cerita di luar tradisi
karena zaman digital beraksi
di kampung dan hutan belantara
dalam sekejab sudah tumbang binasa
Entah karena proyek perkebunan
entah karena proyek pertambangan
Pohon-pohon takluk pada kata dan angka
Dahan-dahan kayu terbakar sirna
Semua demi keuntungan semata
bagi yang punya kuasa dan harta
Karena negara yang mempunyai semuanya
rakyat harus diam dan tak bertanya

