1.
Kuda-kuda merah berpacu
Lintasi wajah padang sabana gersang
hindari deru debu tanah berlubang
Lewati ratapan hutan belantara
yang sedang dibabat gundul merana
Entah siapa yang punya kuda-kuda
Entah mengapa berpacu mengembara
Rakyat kecil hanya mampu bertanya
karena nasibnya pun diinjak kawanan kuda
Padang belantara adalah milik negara
Hutan belantara dicaplok para pengusaha
Kisah lara nasib rakyat berhadapan dengan senjata
2.
Kuda-kuda merah berpacu
menerjang ombak gelombang samudra
Tinggalkan sampah angka dan kata
berbusa dihempas menuju pulau dan benua
Entah energi apa yang begitu sakti
Kuda-kuda berpacu melintas samudra
Entah ada apa dan mengapa
ombak gelombang menjelma kata dan angka
Para nelayan kampung galau bertanya
ke mana harus tebarkan kail dan jala
karena pantai dan laut sudah dipenjara
sehingga untuk tambatkan sampan pun tak bisa
3.
Kuda-kuda merah berpacu
menyibak angin awan dan udara
Angkasa telah dikapling jadi angka dan kata
Jangan anggap angkasa itu ruang kosong
sehingga kuda-kuda tak mampu berpacu dan terbang
Memang mata biasa tak bisa melihat angka
tetapi sistem iptek bisa berkuasa
Membagi ruang, sinyal dan data
agar bisa jadi uang dan angka algoritma
sehingga harus dibayar setiap pengguna
Banyak yang baru coba bermimpi dan bertanya
tetapi kuda-kuda merah sudah berkuasa
termasuk mengubah angkasa dengan kuasa jadi angka
dalam kata demi harta
4.
Kuda-kuda merah berpacu
berhamburan memenuhi pelataran maya
Dengan energi sistem algoritma
Setiap detik menerjang mata raga
Setiap saat menggoda mata rasa
Setiap waktu meracuni mata nalar kita
Sehingga mata nurani rabun terkulai
Sehingga mata jiwa sanubari buta dan mati
Maka manusia jadi robot data
dan hanya hamba dunia maya
Kuda-kuda merah menyala
tak mampu dikekang tradisi adat budaya
tak bisa dibius mantra dan doa

