1.
Seniman itu nafas dan desir darah
Mereka adalah anugerah istimewa
dari Sang Seniman Agung
Mereka adalah jantung dan paru semesta
berkah sakral dari Sang Pencipta
Mereka memang mempunyai kebutuhan manusiawi
Tetapi mereka terlahir bukan untuk mengejar dan menimbun materi
Apalagi hanya untuk jadi hamba uang
Atau dimanfaatkan penguasa dan orang kaya sebagai topeng-topeng
2.
Seniman itu angin berhembus
Mereka mampu ada di mana-mana
meskipun terlihat lara menderita dan papa
Karena harkat martabatnya tak mau dibeli dengan harta dan kuasa
Karena karya jiwa raganya amanah semesta
Bukan untuk sandiwara atau sekadar kata dan angka
Mereka adalah udara untuk nafas manusia
meskipun tidak banyak menyadari perannya
3.
Seniman itu irama ombak gelombang
Panorama suka duka berkumandang
di tengah samudra kelana insan pergi dan datang
Namun tidak banyak yang peduli
entah karena kesibukan sehari-hari
Entah karena ditagih jabatan dan profesi
entah karena bodoh tak mengerti
entah karena sombong dan ingat diri
entah dianggap bukan jabatan bergengsi
Atau hanya siang malam datang mengemis di pasir pantai
lalu pasti pergi dan datang kembali
4.
Seniman itu orkestra langit
Bisa menjadi cahaya dan gulita pekat
Bisa menjadi guntur petir kilat
Bisa menjadi awan dan hujan lebat
Bisa sebagai bulan bintang dan planet
Bisa sedemikian nyata sekaligus penuh tanya
Bisa begitu berguna dan jadi bencana
Semuanya tergantung cara pandang manusia
untuk menyadari dan memberi makna
Dalam berziarah di tengah dunia
menjalin relasi dengan sesama dan alam semesta
Juga dengan Sang Maha Pencipta
5.
Seniman itu lukisan pulau benua
Mereka bisa menjadi gunung, bukit dan lembah
Mereka adalah mata air, kolam, sungai dan muara
Mereka bisa menjadi hutan belantara
atau padang gurun dan sabana
Mereka bisa menjadi sawah ladang, kampung dan kota
Mereka adalah mikroba, serangga dan margasatwa
Mereka juga dari aneka suku bangsa adat budaya
Mereka hadir dalam aneka rupa dan warna
Bukan untuk mengejar harta dan kuasa
namun ditakdirkan mewarnai jiwa raga
dengan pesan arti dan makna
agar manusia menyadari apa dan siapa dirinya
6.
Seniman itu cahaya mentari dan purnama
Pada pelataran pagi hingga petang mereka menari
agar mata nurani insani melihat
Pada magrib hingga subuh mereka bernyanyi
agar mata jiwa sanubari memahami
Apa dan siapa diri pribadinya
Mengapa dan untuk apa terlahir ke dunia
Ke mana akan kembali saat mati nanti
Bagaimana semestinya pilihan hidup harus dijalani
Tetapi …
nasib para seniman sepertinya sering dihindari
karena penuh misteri dan kurang bergengsi
Bahkan suaranya sering sepi tak dihargai
7.
Seniman itu sabda alam semesta
menyapa jiwa raga segenap manusia
untuk tahu dan menyadari hakikat dirinya
Mereka dendangkan nyanyian jiwa
Mereka menulis dan gemakan puisi nurani
Mereka alunkan lagu suka duka kehidupan
Mereka dentingkan irama kemanusiaan
Mereka lukiskan rupa kejujuran dan warna kebenaran
Mereka lantangkan suara syair harkat martabat
Hakikatnya kesenian adalah wajah kodrati semesta
Bahwa segenap ciptaan adalah sesama saudara
Karya Sang Seniman Agung penuh makna
Selalu berdinamika dalam misteri dan fakta

