1.
Bocah-bocah telanjang badan
bersukaria mengejar ombak pantai
Dipeluk mesra jemari pasir
diajak menggali lubang keringkan samudra
Tetapi
gelombang sadarkan mimpi mereka
dengan menyapu halaman khayalannya
dan basahi lidah mereka dengan rasa asinnya laut
Di sekolah para bocah diajarkan bernyanyi
“Nenek moyangku orang pelaut… “
Hidup adalah berlayar menerjang ombak gelombang samudra
2.
Para Ibu dengan tanah berjuang
membuat tungku dapur menyala
memasak kehidupan keluarga
Meramu suka duka dengan kesetiaan
meskipun asinnya air mata ditelan
demi senyum suami dan anak cucu
Kebijaksanaan adalah garam yang ditakar
dalam setiap masakan sebagai penyedap
Meski tidak menjelaskan bahwa garam berasal dari keagungan samudra
3.
Para nelayan menjahit jala nafasnya
untuk menjaring makna dari desir darahnya
Kail dan jala dengan umpan seadanya
dijadikan sesajen memohon rezeki
Sampan dan perahu adalah ladang harapan
yang ditaburi benih kepasrahan
untuk setiap saat datang mengemis ke samudra
Tak peduli asinnya air laut
jiwa raganya digilas terjangan arus gelombang
untuk mengerti makna takdir
dan membawa pulang rezeki sebagai jawaban misteri
4.
Ribuan pulau besar kecil
serta benua
telah dilahirkan samudra
untuk mengajarkan tentang rasa asin kepada manusia
Hidup tidak pernah diminta selera dan pikiran
Mati pun tak mampu dibatalkan ilmu dan teknologi
Dan
dinamika perubahan realitas terus berinkarnasi
seperti ombak gelombang lautan
Perjuangan setiap pribadi adalah
mengenal dan mengakui asinnya samudra
datang berpasrah ditempa ombak gelombang
Selalu berani pasrah mengemis rezeki
sebagai remah jawaban misteri

