Salam dan berkat-Ku selalu bagimu
anak yang baik dan tercinta
Aku melihat engkau berjuang kembali ke dalam dirimu
merasakan konyol dan picik akalmu
Aku saksikan kesulitanmu untuk jujur pada dirimu
ketika harus bisa melihat pribadimu
Aku amati ternyata perjuanganmu menyadari selera dan usahamu memahami diri pribadi
ternyata jauh lebih sulit dan menyakitkan
Ketika dibanding dengan gelora hasratmu
ingin tahu semua hal di luar pribadimu
Memang itulah kecenderungan pribadi manusia
jika tidak mengenal dan menyadari hakikat dirinya sendiri
Maka kebodohan dan kesombongan
yang membakar selera diri
lalu merasa diri paling hebat
Anak-Ku yang baik
Jika engkau tekun berjuang mengenal diri
Jika engkau mampu menyadari harkat martabatmu
Jika engkau pahami aneka berkat dalam pribadimu
Jika engkau berani rendah hati dan beriman
Jika engkau berjuang bijaksana dan cerdas
Maka
selalu ada terima kasih dalam dirimu
senantiasa hadir syukur di pribadimu
Dan pasti engkau selalu bertemu kehadiran-Ku
Aku adalah penciptamu dan semua manusia
Aku pemilik dan penyelenggara kehidupan di alam semesta
Aku selalu memelukmu dan melampaui segalanya
Aku tahu semua jiwa ragamu
Akulah asal, penyelenggara dan tujuan hidupmu
Anak-Ku yang terkasih
Jangan mencari Aku dengan selera dan kebodohanmu
Tetapi kenalilah diri pribadimu
dan sadarilah hakikat dirimu
Maka engkau akan mengenal dan menyadari kehadiran-Ku
dalam segala adamu dan alam semesta
Dengan semua kemajuan ilmu dan teknologi
engkau bisa dipermudah mengenal dirimu
engkau pun lebih gampang mengetahui sesama saudaramu
engkau bisa terbantu mengetahui isi alam semesta
Meskipun semuanya tidak pernah mampu dikuasai pikiranmu
dan tidak cukup bagi waktumu
Karena memang engkau terbatas tercipta
serta hidupmu di dunia sangat singkat
Belajarlah yang penting dan bermakna bagi hidupmu
Bukan mengikuti selera dan kebodohanmu
Wahai anak-Ku…
tentang semua pengalaman hidupmu
memang tidak selalu engkau mengerti
Bahkan banyak yang terjadi di luar harapan dan usahamu
Apalagi tentang sesama saudaramu
dan segala dinamika alam semesta
Tentang nama dalam aneka bahasa bagi diri-Ku
memang terkesan sedemikian banyak
Tetapi semuanya hanya sekelumit percikan
dari kehadiran-Ku
dan Maha Kaya segala ciptaan-Ku
Bahasa kalian manusia sangat terbatas
Bahasa itu hasil dari pikiran yang terbatas
Pengalaman dan realitas kehidupan kalian lebih kaya
Apalagi tentang realitas alam semesta seluruhnya
Seperti engkau tak mampu menghitung jumlah rambutmu
Demikian juga jumlah pasir di laut
serta banyaknya bintang dan isi angkasa
Teruslah kembali ke dalam dirimu
kenalilah pribadimu dan sadarilah harkat martabatmu
Belajarlah rendah hati untuk berterima kasih dan bersyukur
Tekunlah berdoa dan beriman teguh
maka engkau selalu merasakan kehadiran-Ku
Berkat dan kasih-Ku selalu besertamu

