1.
Aku debu tanah
tidak punya kata dan bahasa
apalagi memutar balik kata-kata
untuk sembunyikan fakta kejadian
Aku debu tanah
tidak punya deretan angka
untuk membuat perhitungan jumlah
entah tambah dan kurang
entah perkalian dan pembagian
tentang harta kekayaan dan jabatan
Aku debu tanah
tidak punya lipstik dan parfum
tidak miliki alat kosmetik untuk bersolek
Aku tidak punya semuanya
tetapi semua kepunyaan manusia dari aku
2.
Aku debu tanah
telah mencatat pengakuan manusia
bahwa manusia diciptakan dari debu tanah
Banyak suku bangsa manusia meyakini
leluhurnya berasal dari berbagai unsur di atas tanah
Aku debu tanah
mengalamai setiap hari diinjak telapak manusia
Tempat tinggal dan semua sarannya diambil dari padaku
Aku debu tanah tahu pasti
semua makan minum manusia
hanya bisa didapatkan dari tanah
bukan dipetik dari angkasa
3.
Aku debu tanah saksikan
banyak manusia lupa diri
karena aneka kesombongan dan kebodohannya
Aku debu tanah mendengar
percakapan manusia penuh kemunafikan
mereka saling iri dengki dendam dan berperang
Aku debu tanah rasakan
aneka sampah dan racun dibuang manusia
kerakusan dan ketamakan hancurkan lingkungan
sambil memutarbalik kenyataan
dengan kata suci dan sumpah janji palsu
Manusia sedang buta dan semakin terasing dari dirinya
4.
Aku debu tanah menonton
derasnya kehebatan ilmu dan teknologi manusia
Yang menggunakan alam tetapi terus merusak
karena yakin bisa hidup tanpa bumi
dan mampu ciptakan dunia maya sebagai Surga
atau berpindah ke planet lain
dengan mimpi dan imajinasi brutalnya
Aku debu tanah
setiap hari menerima beragam sosok jenazah manusia
entah mati karena sakit dan usia
entah korban bencana dan perang
entah yang dikubur atau dibakar
entah yang terbuang karena aneka kejahatan
Manusia kembali ke debu tanah
karena tak ada yang abadi hidup di bumi
5.
Aku debu tanah
terus mengalami anomali peradaban manusia
semakin canggih dengan kreasi digital milenialnya
ternyata semakin gila dan terasing dari hakikat jati dirinya
Aku debu tanah mengingatkan
Manusia terlahir dari debu tanah
Manusia nyata hidup dari bumi tanah
Manusia mati kembali jasadnya ke debu tanah
Tetapi
Anehnya bin ajaib terjadi
pikiran manusia semakin bodoh
menggugat dan merusak jati dirinya
seolah mampu hidup tanpa debu tanah
Maka semakin tak peduli segala kejahatannya merusak diri dan isi alam lingkungan
Padahal
manusia mempunyai nalar berpikir, kesadaran nurani dan sanubari jiwa
Siapakah manusia dan sedang ke mana berkelana

