1.
Jemari begitu lincah menoreh layar maya
Ada aneka sosok ditampilkan vulgar
Ada berbagai wajah kreasi dipertontonkan
Ada jutaan kisah cerita fiktif dan rekayasa
Ada beragam berita dipublikasikan
Entah untuk apa dan siapa
Entah sesuai kenyataan atau imajinasi
Entah demi kepentingan apa dan mengapa
Mungkin inilah parade kebebasan zaman
Mungkin inilah puncak emas kecerdasan pikiran
Ataukah ini fakta keterasingan manusia terhadap dirinya?
2.
Ruang yang dulu sakral dan rahasia
sekarang hadir jadi konten merdeka
Hal yang dahulu tabu dan dijaga
sekarang lumrah dan disajikan terbuka
Sekat rahasia pribadi, keluarga, kelompok, adat budaya, negara dan agama
sekarang dijadikan tayangan umum terpajang di sosial media
Sumber daya alam dikuras secara brutal demi selera
Maka
ada banjir galau dan banyak tanya
antara pihak yang pro dan kontra
antara pihak berwenang dan penganut keterbukaan zaman
Ke manakah arah kebebasan digital berlabuh?
Apakah manusia jadi hamba iptek digital?
3.
Kebebasan zaman digital terus bergelora
Balada keterasingan dan resah galau berkobar
Para penjaga etika moral dan agama
ditantang
generasi penganut kebebasan zaman tampil berbeda
Prinsip, nilai, moral, hukum dan gaya hidup digugat
Setiap pribadi bergulat membuat pilihan
Entah kepada siapa berharap kebijakan
Entah di mana batasan benar dan bijaksana
Entah hukum mana yang bisa mengatur kebebasan
Geliat gelombang zaman digital terus bergemuruh
Semuanya kreasi dan inovasi kecerdasan iptek manusia
4.
Parade kebebasan di layar maya terus bergelora
Manusia sedang tampilkan kehebatan kecerdasan pikiran
Zaman sedang tawarkan dinamika dan perubahan
Peradaban sedang berkelana menemukan jawaban
Namun…
pada proklamasi kebebasan di layar maya
ada tanya hakiki yang terus berkumandang
Siapakah diriku sebagai pribadi manusia
Adakah jawaban bermakna bagi harkat martabat
Bagaimana relasi pribadi dengan sesama dan alam semesta
Apakah Sang Ilahi mendapat tempat dalam kebebadan dan harkat pribadi
Ke mana kebebasan digital tertuju?

