1.
Inikah Zaman Edan
Edan itu sering berarti gila
Gila itu artinya pikiran tak waras
Pikiran tak waras artinya pribadinya sakit
Dan
jika banyak pribadi sakit bertambah
maka terjadi situasi tidak normal
Bagi kehidupan para edan itu
bagi komunitas adat budaya
bagi masyarakat secara sosial dan politik
Mungkin juga satu bangsa dan negara
Mungkin juga seluruh bangsa manusia
Apakah ini takdir alam semesta
Ataukah ini misteri Sang Ilahi?
Jika bangsa manusia edan
entah karena sekelompok yang tidak waras
entah paling banyak yang sakit pribadi
Maka
soal perubahan dan dinamika hidup
Akan ada banyak yang aneh
Akan terjadi banyak kasus dan persoalan hidup
Akan lahir relasi tidak harmonis antar sesama dan dengan alam semesta
Akan berubah prinsip, nilai, kepentingan dan hukum relasi
Entah siapa yang kuat dan menang
Apakah demikian fakta zaman ini ?
2.
Laskar Buta Tuli
Buta…
Yang matanya rusak sejak lahir
Yang normal matanya, tetapi tidak melihat
Yang bisa melihat, tetapi tidak mau memandang
Yang bisa melihat dan memandang,
tetapi tidak mau tahu dan tidak peduli
Entah ada buta mata raga,
Entah buta juga rasa dan nalarnya
Entah buta hati nurani dan sanubari jiwanya
Tuli…
karena punya telinga untuk mendengar
Ada yang bertelinga, tetapi tak bisa mendengar
Ada yang bisa mendengar, tetapi tak peduli
Ada yang normal pendengaran, tetapi menutup telinganya
Entah apa sebabnya dan untuk apa
Hanya yang bersangkutan punya jawabannya
Mengapa terlahir tuli atau memang tak mau mendengarkan
3.
Para Budak Selera
Zaman kecanggihan digital bergemuruh
tawarkan aneka kemudahan bagi kebutuhan pribadi
Namun
selera yang brutal menggebu
lapar akan kepuasan nafsu
haus akan kenikmatan gengsi
Ternyata berbeda dengan kemampuan diri
dan selalu terbatas kekuatan pendukung
Maka
demi penuhi hasrat nafsu dan gengsi
segala cara berani dilakukan
bahkan bersedia jadi budak selera
Candu, narkoba, dan racun pun dijadikan sahabat
Bahkan diagungkan sebagai harkat martabat
Kejahatan bisa dilakukan terang benderang
Korupsi dibanggakan dan jadi budaya
Nilai luhur adat budaya diabaikan
Ritual sakral dan agama pun dipermainkan
Kerakusan akan takhta kuasa berkilau
demi menumpuk harta dan uang
demi kuasai senjata dan iptek
demi kepuasan selera dan gengsi
Bahkan
menjadikan diri Raja dan Tuhan
meskipun sejatinya adalah budak selera
Lalu dirinya galau karena terasing dari totalitas harkat martabat pribadinya

