Jutaan panah air menikam bumi
diiringi gulungan angin badai menerjang
Hujan desas banjir melanda
Longsor dan aneka bencana
Entah itu amarah angkasa
Entah itu berkah langit
Entah itu jawaban atas air mata para korban
Entah itu hukuman semesta
Kreasi manusia terus bergelora
mau kuasai sesama dan alam lingkungan
dengan kecanggihan iptek
Bumi dikoyak isi perutnya
Hutan belantara terus digunduli
Samudra pun dikuras aneka isinya
Kemiskinan terus meraja lela
Pancaroba cuaca terus bergelora
untuk obati luka semesta
Ramai di layar dunia maya
aneka peringatan prediksi cuaca dan bencana
Beragam reaksi bagi yang sempat membaca
Kejadian bencana di berbagai wilayah tak terbendung
Ada yang merintih galau jadi korban
Ada yang hilang harta dan nyawa
Ada yang berjuang memberi pertolongan
Ada yang sibuk mengamankan proyek hutan dan tambang
Dan masih banyak pilihan reaksi menghadapi pancaroba alam lingkungan
sesuai kepentingan dan pilihannya
Dunia memang panggung sandiwara
di tengah gejolak pancaroba alam jagat ini
Ada yang menggugat para pejabat
Ada yang memproduksi berita pembelaan
Ada yang galau dan diam tak berdaya
Zaman menyediakan kemudahan peran
dalam topeng-topeng siluman
antara dunia nyata dan dunia maya
Antara kebenaran dan kepalsuan
Sedangkan kenyataan sesungguhnya
dicatat debu tanah dari telapak
serta pasti dipotret angin dalam udara pernafasan setiap pribadi
Tak ada yang bisa sembunyi dan berbohong

