Mata-Mu
bercahaya tak henti
bagi semua isi semesta tanpa kecuali
Wajah-Mu
bertabur bintang dan sinar purnama
Tangan-Mu penuh kasih
dalam gulita
merangkul semua
tanpa membedakan dan memilih
Cinta-Mu tak bertepi
alirkan udara bagi nafas semua makhluk
Kesetiaan-Mu
adalah debu tanah
yang selalu menggendong dan menyusui
setiap lapar dahaga manusia
Kebijaksanaan-Mu
adalah samudra
dengan ombak gelombang kemurahan
tak bertepi mengabdi pasir pantai
Tetapi …
sadarku
hanya serpihan puing-puing lara
Terima kasihku
cuma remah- remah di kolong
Syukurku …
hanya daki dan comberan di selokan kotor
dalam aliran kerakusan
dan konangan kebodohan fana
Karena lupa diri dan bangga
pada jiwa raga yang buta
mengembara tinggalkan jejak hampa
Karena agungkan nalar papa serakah

