Energi api tersenyum
menuntun jemari dan telapak tanganku
Bibirku erat setia
memeluk gulungan
damba
menanti sebagai pribadi berkuasa dan sakti
proklamirkan kesombongan diri
dan kebodohan dikuasai gengsi
tanpa nitani dan jiwa sanubari
Api dan gulungan damba berjumpa
Bara dan asap bercumbu mesra
lalu berkelana dengan sayap damba
Tak peduli api ke mana sirna
karena aku berkelana meraih selera
sebagai sosok penguasa semesta
Sepertinya perjumpaan elemen alam itu sederhana
Hanya untuk menjawab selera
demi puaskan damba manusia
yang dikira biasa-biasa saja
Dibayar kertas angka dan kata
karena keperkasaan nalar luar biasa
sebagai puncak keagungan manusia
Ternyata makna sejatinya
Aku digugat elemen semesta
Api alam dan ratusan karya jemari
Peluh pasrah petani tembakau
Pengorbanan jutaan buruh pabrik
Terbakar dalam bara dan asap nikmatku
Terbang dalam sayap papa dambaku
“Aku tak bisa apa-apa tanpa sesama
Aku hanya debu di jemari semesta”

