1.
Hitam, Pekat, Gulita, Kelam
Mata tertikam fakta
Pikiran mengurai kenyataan
Pengalaman terbang mengembara
Antara hitam dan putih
Antara pekat dan terang
Antara gulita dan siang
Antara kelam dan warna-warni
Hitam itu ada dan terjadi
Pekat itu kenyataan bersemi
Gulita itu pengalaman penuh arti
Kelam itu dinamika refleksi
Antara mata dan pikiran
Antara kenyataan dan pengetahuan
Antara kata dan pengalaman
Antara tanya dan misteri
Hitam…
Bukan soal mata dan pikiran
Pekat…
Bukan soal pengetahuan dan pengalaman
Gulita…
Bukan soal kata bahasa dan warisan tradisi
Kelam
Bukan soal selera dan kuasa
Coba kutanya pada debu tanah dan angin
yang pasti punya jawaban semesta
Hitam, pekat, gulita, kelam
Mungkin soal kreasi dalam misteri
Mungkin soal tanya dalam realitas semesta
Asalkan pikiranku tidak hitam
Asalkan mataku tidak pekat
Asalkan ragaku tidak gulita
Asalkan pribadiku tidak kelam
Entah engkau, dia dan mereka
2.
Tarian Cahaya
Mentari
Tak pernah lelah menari gemulai
Bulan dan bintang-bintang
Entah tergoda mengikuti tarian mentari
Planet angkasa
Mungkin juga kibaskan selendang cahaya
Ada tarian cahaya di angkasa raya
Kunang-kunang bergoyang ria
ikuti irama musik gulita malam
Gunung semburkan koreografi api abadi
Penghuni samudra pun pijakan gemulai cahaya
gerakan warna-warni dalam ombak gelombang
Semarak tarian cahaya buana
Manusia berkreasi ciptakan cahaya
Dari tungku dapur cahaya berkobar
Dalam ruang pondok dan gedung cahaya berkilau
Di jalanan desa dan kota
cahaya lampu berkilau gemerlap
Di telapak tangan cahaya digital
Kreasi dan inovasi tarian cahaya manusia
terus berlomba menandingi cahaya semesta

