Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Jejak-jejak kakimu, tergambar di atas pasir pantai kehidupan.”
(Anonim)
…
| Red-Joss.com | Pada kesempatan ini, kita akan merenungkan ‘makna filosofis’ dari sepasang jejak kaki. Makna penuh misteri dari tapak-tapak kaki. Kita akan membilang makna hidup, ayunan langkah kaki anak manusia di atas bumi maya ini.
Sebuah warisan berupa bekas-bekas ayunan langkah kaki yang sudah memfosil abadi. Kini, tersimpan, bahkan telah menyejarah.
Apa itu jejak-jejak kaki? Suatu tanda hidup yang telah dilintasi, bahkan terlupakan dan terkadang sudah memfosil, juga membekas di dalam diri seorang anak manusia.
Ternyata pada setiap derap langkah kaki kita itu meninggalkan bekasnya pada kehidupan ini. Untuk dapat mengenal, siapakah kita, maka lihatlah pada pola tingkah bekas tapak-tapak kaki kita.
Kisah hidup dan ziarah anak manusia adalah sebuah realitas. Hal ini bermakna, bahwa siapa pun yang pernah hidup, secara filosofis dia telah meninggalkan bekas tapak kakinya di atas bumi maya ini. Itulah kisah sejarah personal pun komunal.
Jejak-jejak kaki manusia yang tersimpan dan menyejarah ini, walaupun membisu, tapi mau mendeskripsikan, siapakah sesungguhnya pemilik kaki ini? Bagaimanakah riak gairah sepak terjangnya dan gegap gempita kiprah hidupnya?
Jika memang demikian alur, proses, serta akhirnya, maka alangkah baiknya, jika hidup ini hendaknya dijalani secara arif. Sehingga kita dapat mewariskan jejak-jejak kaki kebaikan.
Mari menata dan memuliakan hidup ini agar mampu meninggalkan sebuah warisan yang bermakna dan membahagiakan di atas pasir pantai kehidupan.
…
Kediri,ย 24ย Meiย 2024

