| Red-Joss.com | Pernahkan terpikir oleh kita, suatu saat orang malas membaca tulisan panjang, apalagi membaca buku tebal! Karena mereka tidak mempunyai banyak waktu. Apa yang harus kita lakukan untuk menyikapi hal itu?
Realitas itu yang mengusik pikiran banyak orang. Karena suatu saat pula, bisa jadi orang malas menulis panjang dan membaca buku tebal. Tapi mereka memvisualkannya ke suatu media untuk menyingkat waktu. Lebih sederhana, praktis, mudah dicerna, dan dipahami.
Semua hal itu bisa terjadi di dunia digitalisasi yang terus berkembang dan melaju pesat.
Supaya kita tidak termehek-mehek, hal itu harus disikapi dengan bijak. Kita harus berubah untuk menghadapi tantangan zaman. Hal itu sangat penting dan mendesak agar kita berinovasi ke depan.
Serba visualisasi itu amat dahsyat! Media digital itu jendela ilmu yang luar biasa!
Ketika orang malas membaca buku, kita dapat memvisualkan isi buku itu lewat FB, Instagram, dan sebagainya. Jika ingin agar suatu tulisan itu dibaca, kita dapat menyiasatinya dengan tulisan yang singkat, padat, dan tapi jelas. Karena pembaca tidak mempunyai banyak waktu!
Tapi kita juga tidak harus takut untuk menulis panjang, meski pembaca tidak mempunyai banyak waktu. Asal kita mempunyai komitmen dan konsisten untuk menyajikan hal-hal baru, positif, dan menarik. Karena tulisan kita bakal jadi pustaka digital yang bernilai, dan dicari.
Jejak digital adalah sarana paling cocok untuk saat ini.
Jejak digital itu juga yang tengah digeluti orang untuk menyimpan tulisan dan membagikannya ke sosmed, ketimbang menerbitkan ke dalam bentuk buku.
Kini, orang juga dengan mudah dapat memperpendek jarak dan waktu lewat ‘video call’.
Bisa jadi, suatu saat orang akan berbicara tidak menggunakan mulut, tapi lewat pikiran. Kita tidak lagi menganalisa perangai orang lewat sorot mata, gerak bibir, atau gerak tubuh. Tapi menggunakan telepati!
Semua itu waktu yang akan menguji dan membuktikannya.
…
Mas Redjo

