“Semangat mencintai pasangan itu tidak berhenti hingga ke pelaminan. Tapi harus dihidupi hingga maut itu memisahkan kita.” -Mas Redjo
Setia pada pasangan hingga mati itu harus jadi komitmen bersama, dan harus dihidupi terus menerus agar api cinta itu tidak padam, tapi agar menyala terang dan abadi!
Jika jatuh cinta itu hal biasa, tapi jatuh cinta pada istri sepanjang hidup itu yang luar biasa.
Semangat mencintai untuk saling mengasihi itu saya hidupi, karena istri adalah karunia kasih Tuhan yang dianugerahkan pada saya.
Selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik dari hidup ini demi kebahagiaan keluarga adalah motivasi utama saya.
“Jangan mengecewakan orang mempercayai kita” adalah cara jitu dan efektif saya untuk menghidupi cinta pada pasangan agar selalu bersemi dan harum mewangi.
Kita saling mengingatkan dengan hati, jika ada di antara kita yang alfa atau emosi. Tujuannya adalah agar sadar dan memperbaiki diri untuk jadi baik, sabar, dan rendah hati.
Kita saling menyemangati dan meneguhkan, jika ada di antara kita sedang bermasalah. Dengan saling menyemangati agar kita jadi tabah, dan sabar untuk bangkit kembali. Dengan meneguhkan, kita tidak merasa sendirian, tapi diajak untuk menghadapi persoalan atau tantangan itu bersama, sehingga beban jadi diringankan untuk diatasi dengan lebih mudah.
Kita saling melayani dan mengasihi sebagaimana Tuhan menyatukan cinta kasih kita untuk kebahagiaan keluarga. Saling melayani, karena memahami kerepotan pasangan, sehingga kita mengambil alih atau melakukan tugas pasangan tanpa terbebani, tapi ikhlas hati.
Saling mengasihi itu bersinergitas agar kasih Tuhan mewujudnyata: keluarga bahagia itu berlimpah belas kasih-Nya.
Tuhan memberkati.
Mas Redjo

