“Saat Tuhan terasa diam, Ia tetap memberi. Mintalah, carilah, dan ketuklah! Percayalah pada hati-Nya!“
Yesus memberi janji yang begitu lembut, tapi kuat: “Mintalah, maka kamu akan diberi; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.”
Janji ini indah, tapi kadang kami sulit percaya.
Ratu Ester berdoa dalam situasi terjepit. Ia tidak mempunyai strategi, dan kekuatan politik yang cukup. Ia hanya mempunyai Allah, justru di situlah imannya dimurnikan. Ia bersandar pada kasih-Nya.
Melalui Pemazmur, kami percaya: “Tuhan akan menyelesaikan bagiku apa yang telah dimulai-Nya; kasih setia-Nya untuk selama-lamanya.”
Ya, Allah, kami terbiasa menyiapkan ‘pegangan cadangan’: tabungan, relasi, kemampuan, rencana… Kami berusaha agar tidak harus sepenuhnya bergantung pada-Mu.
Prapaskah adalah padang gurun. Di padang gurun itu Engkau perlahan melepaskan sandaran-sandaran kami supaya kami menemukan, bahwa hanya Engkau adalah Gunung Batu dan Keselamatan kami.
Ketika janji Yesus terasa tidak nyata. Kami meminta dan jawabannya terasa ‘tidak’. Kami mencari, dan terang belum datang. Kami mengetuk, dan pintu seakan tertutup.
Apakah Engkau memberi batu ganti roti?
Kami tidak selalu mengerti kehendak-Mu. Kadang jawaban doa kami adalah tidak, belum, dan kadang sesuatu yang lebih baik dari yang kami bayangkan. Tapi justru keheningan yang membentuk kedewasaan rohani kami.
Yesus menegaskan: “setiap orang yang meminta, menerima.” Tidak selalu seperti yang kami harapkan, tapi selalu sesuai yang kami butuhkan. Engkau tidak mungkin menukar ikan dengan ular dan tidak mungkin mempermainkan kelaparan anak-anak-Mu.
Engkau adalah Bapa memberi yang baik. Ketika manusia hanya meminta roti harian, Engkau bahkan memberi Roti Hidup, yaitu Putra-Mu sendiri. Bersama-Nya, Engkau memberi Roh Kudus yang membimbing hati kami.
Betapa besar penyelenggaraan-Mu, ya, Bapa! Hari ini kami memilih untuk meminta, mencari, dan mengetuk lagi. Bukan karena Engkau lambat, melainkan karena ketekunan memperluas hati kami.
Bukalah mata kami untuk melihat roti yang sudah ada di tangan kami. Sempurnakanlah karya yang telah Engkau mulai dalam hidup kami. Kasih setia-Mu kekal selamanya.
Yesus, kami percaya pada-Mu. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

