“NIMIUM NE CREDE COLORI – Jangan terlalu mempercayai warna.” – Virgil
…
Mata itu sering terkecoh oleh tampilan luar. Isi kadang tak seindah yang tampak oleh mata. Luarnya bagus, mulus, dan sedap dipandang, tapi nyatanya busuk, pahit, dan penuh ulat buah. Itulah mata, sudah dari sononya memang suka yang indah-indah, menarik, cantik, tampan, dan menawan.
Mata memang tidak bisa merasa, lidah dan hatilah yang bisa merasa. Kadang yang tampak sangat, berduri, tidak sedap untuk dipandang, tapi isi dan hatinya manis seperti buah durian. Pantas saja kalau Virgil dalam Bucol 2,17 mengatakan “Nimium ne crede colori“.
Namun sayang manusia zaman now lebih memilih sibuk dengan tampilan luar. Mempercantik dan mempertampan bagian luar, tapi bagian dalam tak terurus. Ratusan juta rupiah lenyap tidak apa-apa yang penting tampil keren.
Percantik, perindah, dan perkayalah hati, itulah yang akan jadi berkat dan memberkati. Tidak butuh modal materi, tapi hati dan diri yang mau berproses dan mengembangkan diri. Sulit dan tidak mudah bagi yang tidak mempunyai kemauan. Tapi ringan dan mudah bagi yang mempunyai kemauan dan harapan.
Lebih bijak berproses dan tidak banyak protes. Meski kadang tidak nyaman itulah tanda pertumbuhan. Karena tudak ada yang nyaman dalam zona pertumbuhan dan tidak ada pertumbuhan dalam zona nyaman.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

