| Red-Joss.com | Pagi ini hujan amat deras. Jalanan banjir dan macet.
Ban mobil yang belum lama kami ganti, keempatnya, gress pula. Maka tidak ada pikiran ban (depan kanan) kempes, sampai ketika tukang ban mengatakan: “Ada paku sekrup, Pak.” Saya tidak selalu check ban. Salah yang tak disadari.
Hidup sering seperti itu. Dosa-dosa yang kita sadari atau ketahui mungkin bisa diselesaikan dengan pertobatan yang sungguh-sungguh.
Ketika kita melakukan itu, Allah yang Mahasetia dan Mahaadil akan segera mengampuni dosa dan menyucikan kita.
“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (1 Yohanes 1:9). Meskipun hal ini sering tidak mudah untuk kita lakukan, tapi setidaknya dengan menyadari dosa itu kita masih mempunyai peluang membereskannya hingga tuntas.
Bagaimana dengan dosa-dosa tersembunyi yang tidak kita sadari?
Dosa itu bagaikan api dalam sekam. Bisa tersimpan rapi di dalam diri kita tanpa disadari dan pada saatnya api itu dapat timbul besar dan membakar diri kita. Bahaya dosa yang tersembunyi ini sungguh serius, karena apa pun bentuknya dan besarnya, dosa tetap dosa. Bisa mencelakai diri sendiri, juga orang lain.
Ada keuntungan besar dalam Gereja Katolik. Kita mempunyai Sakramen Pengampunan Dosa. Sakramen itu, terlepas dari mutu pengampunnya, adalah warisan abadi kasih Allah kepada kita, seperti tertulis dalam lagu: “I will never forget you My people. I have carved you on the Palm of My hands.”
Salam sehat. Jangan telat selalu ada waktu untuk bertobat.
…
Jlitheng

