“Hidup ini jangan banyak protes, tapi berproseslah.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Hal baru, situasi, tempat, atau tantangan baru sering kali membuat kita takut dan merasa tidak nyaman. Itulah ‘fearing change’ alias takut untuk berubah.
Sesungguhnya seperti ini penyakit semua orang, baik tua atau muda, dan pria wanita di mana pun mereka berada, pasti tidak ada yang menyukai perubahan itu.
Banyak orang di dunia ini pada umumnya menyukai dan berada di zona nyaman. Saking nyamannya, akhirnya tidak sadar, bahwa mereka terlena di zona nyaman, bahkan terlalu nyaman. Kita juga tudak tertarik mencoba suatu hal yang baru, kesempatan, peluang, dan tantangan baru. Potensi diri pun menjadi kerdil.
Faktanya, dunia terus berubah. Perubahan amat pesat dan tidak bisa kita kendalikan. Mau tidak mau, suka tidak suka, kita yang harus berubah. Ingatlah, bahwa tidak ada pertumbuhan dalam zona nyaman, tidak ada kenyamanan dalam zona pertumbuhan.
Kalau saat ini ada banyak ketidaknyamanan bersyukurlah, karena hal itu tanda, bahwa kita sendang bertumbuh. Tidak nyaman harus bekerja, belajar, atau beribadah secara secara virtual. Kita merasa tidak nyaman, karena harus memutar otak untuk memulai usaha dan dengan cara baru. Tapi hal itu harus disyukuri sebagai tanda pertumbuhan.
Sesungguhnya perubahan itu bukan sesuatu yang menakutkan. Bahkan tidak jarang perubahan itu menjadi kesempatan. Ketika perubahan terjadi, mungkin kita kehilangan sesuatu yang baik, tapi walau pun kehilangan sesuatu yang baik, yakinlah yang jauh lebih baik sedang Tuhan kerjakan.
Jangan takut berubah, karena perubahan itu adalah kesempatan menuju perbaikan.
Ingat selalu tiga hal ini: “adapt, accept, and achievement.” Bila kita bisa beradaptasi, menerima dan mau berproses, maka kesuksesan akan mendatangi.
Percayalah selalu ada berkat dan campur tangan Tuhan bagi mereka yang mau berjuang, percaya, dan mengimani-Nya.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

