“Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu” (Luk 21: 36a).
Berjaga-jaga berarti tetap hidup dalam kekudusan di tengah segala tantangan dunia. Yesus menghendaki kita untuk senantiasa berjaga-jaga, yang berarti kita perlu memperhatikan sikap batin kita. Apakah Anda sudah hidup dalam kebenaran dan kekudusan, atau masih tertidur dalam dosa dan godaan dunia, atau bahkan mulai kehilangan arah?
Berjaga-jaga senantiasa merupakan hal yang sulit, mengingat besarnya godaan dunia dan tarikan dosa yang berusaha untuk membelenggu kita. Yesus menekankan, bahwa kita harus berjaga-jaga sambil berdoa. Hanya doa itu yang jadi kekuatan kita. Berdoa itu bukan hanya mengungkapkan permohonan, melainkan membina relasi yang mendalam dengan Tuhan, sumber kekuatan kita. Relasi dengan Tuhan dapat dipupuk lewat membaca Kitab Suci, mengikuti Perayaan Ekaristi, Pengakuan Dosa, devosi, dan doa-doa pribadi. Hanya dengan demikianlah kita mampu bertahan menghadapi tantangan hidup dan tetap berada dalam jalan Tuhan.
Fr. Constantine, CSE
Sabtu, 29 November 2025
Dan 7: 15-27 MT Dan 3: 82-87 Luk 21: 34-36
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

