| Red-Joss.com | Mengapa persahabatan harus terus di-doa-kan? Jawabnya: persahabatan itu sangat rentan dengan ‘salah paham’.
Selain karena tidak satu pemikiran, salah paham juga bisa terjadi, karena tidak sampainya tujuan (perasaa, ide, atau pikiran) antara penutur dan mitra tutur yang mengakibatkan komunikasi menjadi tidak efektif.
Salah paham dapat terjadi di manapun, di antara siapapun dan di lingkungan dan level apa pun, termasuk dalam persahabatan, yang bersifat sosial maupun rohani.
Patut disayangkan, yang sering terjadi, miskin upaya untuk memperbaiki, istilah kerènnya ‘metanoia’ dari salah paham jadi saling paham. Bedanya hanya antara ‘ah’ dan ‘ing’, namun dampaknya bisa abadi dalam ukuran dunia, putus harapan, dan bahkan perceraian serta dengan kadar sangat menyakitkan, yaitu perseteruan atau permusuhan yang tak ada ujung. Mengapa? Karena ‘ego’ yang makin mengerak dalam hati yang menguasai pikiran dan perilaku. Yang nalar dan benar tidak laku, maka yang ke luar tidak lebih dari sindir-menyindir, narasi demi narasi, yang isinya beladiri bukan belarasa. Makin hari makin menganga salah paham itu dan makin sulit saling paham di antara penutur dan mitra tutur.
Fénoména itu, salah paham bukan saling paham, semakin menjamur di sekitar kita, bahkan di antara mereka yang bergelut dalam hidup rohani. Lebih sedih lagi terjadi di dalam keluarga, antar saudara, adik dan kakak, Ibu dan anak, yang tak mudah menjembataninya. (Saya sedang berusaha, semoga tidak buntu. Doa, itu saja kekuatan saya untuk melakoninya).
Ternyata, tidak mudah untuk merubah dari salah jadi saling paham. Jangan pernah menyerah. Karena banyak orang yang sederhana akan menjadi sahabat sejalan kita.
Salam sehat dan bahagia.
…
Jlitheng

