Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya, jika seseorang itu tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah” (Yoh 3: 3).
Nikodemus datang kepada Yesus saat malam hari. Kehadirannya yang sembunyi-sembunyi menyiratkan pergulatan batin; ia tertarik pada kebenaran yang diajarkan Yesus, tapi terikat pada status dan pandangan kelompoknya yang memusuhi Yesus.
Kita menyadari, terkadang ada sesuatu yang menghambat kita untuk berubah. Ada suara dalam hati kita untuk bertobat dan mengikuti Yesus, tapi kita masih khawatir terhadap kata orang atau khawatir kehidupan kita akan ‘down grade’, karena kita jadi pengikut Kristus yang jujur dan menghindari kecurangan dalam pekerjaan. Yesus bukan menawarkan pertobatan setengah-setengah, melainkan kelahiran kembali secara utuh. Kelahiran baru berarti melepaskan manusia lama yang dikuasai ketakutan dan ambisi duniawi untuk mengenakan manusia baru yang taat sepenuhnya kepada kehendak Allah.
Jika memutuskan untuk mengikuti Yesus, kita harus membuat komitmen untuk bertobat dan taat kepada-Nya secara total. Jangan takut akan konsekuensi dari kejujuran iman kita, karena dengan dilahirkan kembali oleh Roh, kita akan diberi kekuatan pula untuk menghadapi segala tantangan dunia.
Laurentia Vonny
Senin, 13 April 2026
Kis 4: 23-31 Mzm 2: 1-9 Yoh 3: 1-8
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

