Jawab orang sakit itu kepada-Nya: “Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu …” (Yoh 5: 7a)
Yesus melakukan mukjizat dengan menyembuhkan seorang yang telah lumpuh selama 38 tahun. Tergerak oleh rasa kasihan, Yesus bertanya, “Maukah engkau Sembuh?” Menariknya, orang lumpuh itu tidak menjawab ‘ya’ atau ‘tidak’. Yang muncul hanyalah ungkapan kerinduan yang mendalam untuk sembuh. Dari kerinduan itulah ia akhirnya sembuh dan dapat berjalan.
Mungkin saat ini kita pun seperti orang lumpuh itu. Mengalami ‘kelumpuhan’ dalam berbagai aspek kehidupan dalam usaha, keluarga, kesehatan, atau pelayanan kita. Kita sudah berjuang sekuat tenaga, tapi hasilnya tampak gagal.
Marilah kita belajar dari orang lumpuh itu: tetap berjuang, tidak menyerah, dan melakukan yang terbaik. Selama kita percaya kepada-Nya dan menyerahkan segalanya kepada Allah, maka pada waktunya, Tuhan akan menolong kita dengan cara yang ajaib, melebihi apa yang pernah kita bayangkan.
Fr. Reinardus de Jesu, CSE
Selasa, 17 Maret 2026
Yeh 47: 1-9.12 Mzm 46: 2-3.5-6.8-9 Yoh 5: 1-16
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

