“Buat apa panik… buat apa panik… Panik itu tak ada gunanya.”
Jika panik itu tak ada gunanya, ya, tidak seharusnya kita jadi uring-uringan, emosian, dan stres. Pikiran tambah kusut. Tubuh jadi lungkrah, dan kita pun mudah jatuh sakit.
Ingat, situasi dan kondisi sulit ini tidak dialami sendiri. Tapi, bahkan berjuta orang mengalaminya. Tidak ada guna berkeluh kesah dan sumpah serapah itu. Lebih bijak kita bersikap tenang dan berpikir jernih untuk segera ke luar dari sikon nan sulit ini, dan jadi pemenangnya.
Harga bahan-bahan kebutuhan pokok melonjak tinggi, atau lebih tepat berganti harga itu tidak boleh membuat kita panik dan stres. Hal itu biasa terjadi, ketika barang itu langka sedang permintaan pasar tinggi, dampak perang, krisis ekonomi, dan banyak faktor lainnya.
“Pejuang sejati itu anti panikan, tapi selalu menyiapkan jurus andalan untuk mengantisipasinya. Orientasi usaha itu harus berbasis inovatif agar kokoh dan mantap,” tegas HD, produsen kemasan plastik.
Awalnya HD meneruskan toko plastik orangtuanya. Usahanya itu makin berkembang, ketika ia mulai menekuni jual beli limbah plastik dari pabrik ke pabrik. Ia lalu membangun pabrik sendiri dan menerapkan usahanya itu hilirisasi untuk meminimkan bahan material yang terbuang. Caranya dengan memproses limbah itu jadi biji plastik. Sebagian untuk dijual dan memenuhi kebutuhan sendiri.
Jika HD melakukan hilirisasi usaha, CA yang mempunyai usaha roti rumahan dan beberapa toko kue itu sukses menerapkan disiplin ketat dalam pengelolaan kualitas produk dan pelayanan. Sang istri juga piawai berkreasi memproduksi roti dan kue kekinian. Sehingga usaha CA makin mantap.
Untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan-bahan itu, CA biasa menagih ke diri sendiri lebih mahal dari harga pemasok. Selisih harga itu ditabung, tidak dipanen di depan atau membeli barang konsumtif. Tapi untuk pengembangan usaha. Ketika harga bahan-bahan naik, roti itu tidak dikecilkan, dikurangi berat dan bumbunya, tapi kualitas produk dan rasa itu tetap dijaga agar pelanggan tidak kecewa.
“Produk berkualitas itu selalu dicari. Ada kualitas ada harga. Dengan terus berinovasi dalam model, rasa, dan kualitas itu untuk membaharui produk agar jadi andalan serta unggulan di pasaran,” jelas CA. Sehingga, jikapun terpaksa harga dinaikkan, konsumen itu maklum dan memahami.
Tidak ada gunanya kita gamang menghadapi kenaikan bahan pokok dan dihantui ketakutan bakal sepi pembeli. Tapi dengan terus berkreasi dan berinovasi, kita menjawab tantangan zaman untuk menapaki tangga menuju sukses.
Mas Redjo

