Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Jangan menoleh, karena
kamu tidak hendak ke
sana!”
(Petuah Agung)
| Red-Joss.com | Apakah kita masih ingat tentang sebuah kisah dalam Perjanjian Lama, hal “manusia tiang garam?”
Eh saudara, hal itu terjadi, justru karena sang manusia itu tidak rela meninggalkan kenangan masa lalunya. Dia, ternyata ‘menoleh’. Selalu saja ada keterikatan dengan masa lalu yang dapat menghambat manusia untuk berjalan menuju masa depannya.
Sungguh, kita manusia adalah makhluk yang bermemori. Kita memiliki ikatan emosi yang sungguh kuat dengan suatu di masa lalu. Entah itu sebuah kota, tempat kita pernah belajar, pemandangan alam, atau mungkin mantan pacar misalnya. Atau mungkin juga, keterikatan pada jabatan terhormat atau pun harta benda.
Anda dan saya, tidak dapat mengatakan, bahwa hal itu sebagai sebuah kesalahan. Tidak! Itu bagian dari masalah psikologis seorang anak manusia. Suatu hal yang lumrah dan sangat umum.
Dalam hal ini, keterikatan atau kelekatan akan atau pada suatu, orang atau pun benda tertentu, memang nyata ada.
Kebijaksanaan hidup telah mengajarkan, agar kita rela melepaskan kepahitan di masa lalu. Apalagi, jika masa lalu itu, ternyata aib kisah hidup kita. Peristiwa itu telah meninggalkan luka batin dan trauma yang sungguh sangat menyakitkan.
Ibarat membuka sayatan luka lama, tentu hal itu sangat menyakitkan dan berdarah-darah lagi.
Maka, kepada kita diajarkan agar sudi menghindari untuk membuka lagi luka lama. Apalagi, jika kita harus membuka aib kembali.
Ternyata, keterikatan dan kelekatan kita pada suatu apa pun, akan sangat menghambat pertumbuhan dan perkembangan kita secara psikologis.
Segera lepaskan hal itu, karena kita sudah melangkah jauh ke masa depan!
Janganlah sekali-kali menoleh, karena Anda tidak hendak ke sana!
Kediri, 17 Juli 2023

