| Red-Joss.com | Bereaksi!
Ini suatu hal yang mudah dikenali. Ketika ada stimulus dari luar dan memberikan efek langsung kepada kita. Tubuh, pikiran, dan hati kita bereaksi kepada stimulus-stimulus itu.
Untuk mengetahui yang terjadi dalam diri ini, kita dapat melihat yang paling dominan. Dari situ kita bisa memahami tentang diri ini. Tentu ada hal-hal yang secara umum dialami oleh kebanyakan orang, sehingga bereaksi sama. Misalnya ‘negative thingking’, tidak suka, takut, gelisah, cemas, iri hati, dan benci.
Menjadi berbahaya, jika reaksi itu menyatu dan membentuk suatu kekuatan. Pasti yang terjadi adalah pengrusakan, perlawanan, dan pemberontakan. Mengapa? Reaksi-reaksi itu tidak bisa dikendalikan oleh tuannya, yaitu diri sendiri.
Sungguh beruntung dan disyukuri, karena dalam tradisi kita ada pemeriksaan batin, meditasi, kontemplasi, dan sebagainya. Cara-cara ini untuk membantu agar kita tidak mengikuti dan dikuasai oleh reaksi negatif itu, tapi untuk mengendalikannya.
Dalam satu Minggu terakhir ini Yesus berhadapan dengan massa seperti ini. Mereka terdiri dari dua kelompok, yaitu mereka yang mulai percaya dan kelompok yang menolak, karena geram pada Yesus. Kelompok yang menolak ini tidak obyektif dan menyerang pribadi Yesus dengan isu jahat. Tapi reaksi Yesus tetap tenang, sabar, dan rendah hati.
Secara liturgis, kedua kelompok ini makin tampak saat memasuki Minggu Suci – Holy Week. Sekaligus memberikan banyak pengalaman rohani bagi kita.
Alangkah bijak, sebelum memasuki Minggu Suci – Holy Week itu kita mengambil waktu untuk menerima Sakramen Pengakuan Dosa agar secara rohani hati kita jadi bersih dan siap berjalan bersama Yesus dalam peristiwa sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya.
Rasakan reaksi batin kita yang jadi makin tentram dan damai, karena jamahan kasih Tuhan Yesus yang membawa pembaharuan hidup kita ke arah yang lebih baik, bijaksana, benar, dan dekat dengan Bapa. Sebab, sejak awal Tuhan Yesus mengajar dan menuntun kita kepada cara hidup seperti itu agar kita makin mengasihi Allah dan sesama.
Tuhan Yesus mengundang kita, dan kita jangan mengecewakan kasih setia-Nya!
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

