| Red-Joss.com | Membanding-bandingkan terjadi bukan sebatas hal material, tapi merambah ke hal rohani, cara melayani dan mengabdi Tuhan.
Dari pada berkompetisi lebih baik melalui jalan lain (Pesta Penampakan Tuhan, 7/1/2024 )
Ada satu kalimat yang menarik berbunyi: “Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain” (Mat 2:12).
Melalui jalan lain itu adalah perubahan sikap hidup Tiga Raja setelah berjumpa Yesus.
Bagaimana dengan kita? Apakah juga berani menolak “herodes” yang menganggu dengan tidak membanding-bandingan dalam melayani Tuhan? Apa kita berani memilih jalan lain yang ditunjukkan Tuhan kepada kita?
Mengapa tidak? Dengan cara memilih keutamaan dari kejahatan; hal-hal positif daripada hal-hal negatif, berarti sudah menempuh jalan lain.
Menariknya, banyak kosa kata negatif yang memiliki jumlah huruf yang sama dengan kosa kata positif.
Mari kita lihat dan memilih:
(1) Memilih ‘kasih’ bukan ‘benci’ (5 huruf)
(2) Bertindak ‘benar’ – jauhi yang ‘salah’ (5 huruf).
(3) Mililih ‘sabar’ bukan ‘marah’ (5 huruf).
(4) Memilih ‘rajin’ kerja dan doa, bukan ‘malas’ (5 huruf)
(5) Mengganti ‘waswas’ dengan ‘tenang’ (6 huruf)
(6) Mengganti ‘berkeluh kesah’ dengan ‘berucap syukur’ (13 huruf)
(7) Mengganti ‘balas dendam’ dengan ‘pengampunan’ (11 huruf)
(9) Mengganti ‘bertikai’, dengan ‘berdamai’ (8 huruf).
(10) Pilih ‘menghibur’ bukan ‘menyakiti’ (9 huruf)
(11)Mencari ‘teman’ bukan ‘musuh’ (5 huruf)
(12) Panggul salib hidup dengan ‘senyum’ bukan ‘tangis’ (6 huruf).
Singkatnya, bersama Yesus, walau mengalami ‘dukacita’, di dalam hati tetap ada ‘sukacita’ (8 huruf).
Diujung ‘Ojo dibandingke’, ada ajakan untuk ‘tansah eling’ pada pelayanan kita, apa pun bentuknya itu:
Kuberharap engkau mengerti, dalam melayani, hanya demi Gusti. Piye?
Salam sehat penuh berkat.
…
Jlitheng

