Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Tawa adalah sekeping mentari pencair kebekuan dari wajah sang manusia.”
(Victor Hugo)
…
| Red-Joss.com | Tentang aksi ‘tertawa’. Ternyata, aksi murah meriah ini, jangan dianggap mudah. Tawa itu, ternyata sulit diekspresikan. Mengapa? Tertawa itu ekspresi yang jujur, spontan, dan tidak dibuat-buat.
Sebaiknya, hindari untuk berani tertawa terkekeh-kekeh di depan orang yang sedang sakit gigi. Juga, apalagi di samping orang yang sedang stres berat, karena putus cinta.
Yang mengejutkan, ternyata sesuai penelitian, bahwa “orang muda dan anak-anak, lebih mudah tertawa, dibandingkan dengan orangtua.” Benarkah? Mengapa? Apakah karena orangtua itu memikul banyak beban hidup? Ataukah secara psikologis biologis, para orangtua itu sudah kehabisan stok tertawa, sudah dihabiskan di masa muda?
Betapa beruntungnya anak-anak dan remaja. Karena mereka dapat dengan mudah tertawa lepas. Riang dan tulus, kapan dan di mana pun.
Di sisi lain, secara psikologis, ternyata tertawa itu, sangat sehat karena dapat melepaskan beban psikologis. Juga dari aspek kesehatan jiwa dan badan, ternyata anak dan remaja lebih berdaya tahan secara fisik mental dibandingkan orangtua, bukan?
Derai tawa kita, ternyata mampu mencairkan suasana beku kaku di sekeliling kita. Semisal, saat kita berkumpul, jika ada orang yang sedang bermusuhan, maka aksi tertawa itu, justru sebagai obat mujarab, yang dapat mencairkan suasana beku kaku.
Saya masih ingat akan sebuah ucapan arif dari Victor Hugo, bahwa “Jarak tersingkat di antara dua orang adalah tertawa.” Kelak, kita kenal dengan frase, “Senyum itu jembatan terpendek.”
Ada sebuah statemen menarik, oto kritik, artinya orang perlu berani mengeritik dirinya sendiri. Kita, perlu bersikap berani untuk menertawakan diri sendiri. Di sinilah, tersimpan suatu kekuatan secara psikologis, sebentuk kerendahan hati. Berani mengakui ketololan diri sendiri. Asal, “Jangan menertawakan orang lain,” ya.
Mari kita terus berupaya meningkatkan volume tertawa agar kita bahagia.
Jangan lupa tertawa, ya!
…
Kediri, 18 Juni 2023
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

