| Red-Joss.com | Jika dirimu sudah dikirim sahabat oleh Tuhan, bergembiralah, bahagia, dan berjalanlah seiring bersamanya.
Tertawa, berekspresi, komunikasi, dan makan minum bersama akan menjadi momen indah untuk menikmati kebahagian demi kebahagian bersama.
Jika ada yang berbeda, berkatalah terus terang untuk menyelesaikan semua itu dengan baik. Kita tidak boleh diam, lalu tiba-tiba pergi dengan muka tidak bahagia atau bahkan dengan kemarahan yang berujung kepada kebencian dan putusnya komunikasi.
Jika kita bahagia saat berselfie bersama, nikmatilah bahagia itu. Karena hasil dari jepretan selfie itu akan tersimpan rapi di sosial media kita.
Jika kita bahagia dalam ekspresi canda-tawa, nikmatilah bahagia itu. Karena canda-tawamu itu sudah menyalurkan energi positif imunitas jiwa.
Kita bahagia, karena melihat yang lain bahagia. Kita bisa tertawa saat melihat yang lain sedang tertawa bahagia. Nikmatilah semua itu dengan bahagia.
Jangan biarkan, kita tidak bahagia, ketika ada orang lain bahagia. Kita mawas diri untuk ngecek hati ini.
Barangkali kita sedang menyimpan rasa tidak suka, benci, marah, jengkel, atau iri hati. Jika hal itu yang terjadi, kita bakal jadi pribadi yang tidak bahagia. Sehingga kita kesulitan untuk menikmati bahagia di banyak kesempatan.
Sesungguhnya, bahagia itu sederhana, asal tidak dipersulit dengan banyak aturan. Izinkan bahagia itu terjadi spontan dan alami.
Hari Senin sampai Hari Minggu, hiduplah dengan bahagia dan berlimpah sukacita.
Jangan lupa bahagia.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

