“Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Siapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak” (Yoh 15: 5a).
Pernahkah Anda melihat pohon anggur? Jika pohon anggur sulit ditemukan, sekarang coba dibayangkan kita bersama dengan keluarga sedang menyantap buah mangga. Buah tersebut Anda ambil dari kebun belakang rumah. Mangga tersebut tampak kuning dan rasanya manis dan legit. Buah mangga itu muncul dari ranting pohon mangga, dan ranting pohon tersebut baru bisa berbuah, jika tetap bersatu dengan pokok pohonnya.
Hidup di tengah dunia saat ini, tentu memiliki banyak tawaran yang menggiurkan. Tidak jarang, kita jatuh dan tanpa disadari terlepas dari pokok kehidupan satu-satunya, yakni Yesus. Ketika terlepas dari Yesus, hidup kita jadi kering dan hampa, merasa kosong dan tidak tahu harus berbuat apa.
Hari ini Yesus tampil menunjukkan Diri sebagai pokok anggur yang memberikan kehidupan dan buah manis bagi setiap ranting yang tetap menyatu. Kebangkitan-Nya atas maut jadi tanda nyata akan pernyataan-Nya, Sang Pokok Kehidupan. Maka, sudahkah kita menyadari dan senantiasa bersandar kepada Tuhan, terlebih dalam menghadapi pergolakan hidup?
Fr. Gerardino Ferreri, CSE
Rabu 21 Mei 2025
Kis 15: 1-6 Mzm 96: 1-3.10 Yoh 15:9-11
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

