Red-Joss.com – Maaf! Apa pun isi surat berantai itu, alangkah baik dan bijak, jika tidak dikirim, diedarkan, dan disebar-luaskan pada semua orang dan sahabat. Karena hal itu salah alamat, dan menyesatkan!
Coba dipikir, direnungkan, dan mohon tidak menakut-nakuti seperti itu pada banyak orang.
Jika kita tidak mengirim dan membagikan kembali kepada banyak orang atau lewat grup WA, kita bakal mendapat celaka, musibah, dan hal buruk lainnya.
Sebaliknya, dengan membagikan pada banyak orang, kita bakal memperoleh berkat, rezeki, bahkan mukjizat dari Allah!
Sekali lagi, mohon maaf. Apakah ada relevansi antara isi surat dengan anugerah Allah Yang Maha Dahsyat itu?
Kita sungguh lancang dan jahat, karena berani mendiskritkan Allah Yang Maha Pengasih & Penyayang dengan isi surat berantai itu.
Di mana nalar dan nurani kita?
Sesungguhnya, doa lewat surat berantai semacam itu tahyul dan berasal dari okultisme. Sehingga harus dibuang dari pikiran, karena tidak hanya meracuni, tapi berbahaya bagi jiwa ini.
Sesungguhnya doa itu tidak memiliki kuasa, tapi Allah yang memiliki kuasa dan berkuasa!
Apalagi, ada juga saat kita diminta meng-“amini” atau menyentuh gambar orang suci, maka kita dijauhkan dari yang jahat, doa dikabulkan, dan kita bakal memperoleh anugerah Allah yang luar biasa.
Pertanyaannya, apakah kita sungguh percaya dan mengimani Allah, sehingga berani memberi kepastian banyak orang dengan hal seperti itu dan isi surat berantai?
Jangan sok tahu, mendahului, atau betindak seperti Allah. Karena kita ini ciptaan-Nya, dan itu dosa!
Energi Kasih itu Menyembuhkan
Sesungguhnya, agar doa dikabulkan dan harapan jadi nyata itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi kita diajak berjuang, bertekun dalam doa, dan fokus maka semua itu tidak ada yang mustahil, jika Allah berkenan.
Sebab ada tertulis dalam Matius 7:7-8: ”Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.”
Jadi, dengan menyebarkan surat berantai seperti itu berarti kita percaya pada tahayul, iman lemah, dan menduakan Allah.
Alangkah bijak, jika kita berbagi hal baik dan positif untuk memotivasi dan menginspirasi banyak orang. Sehingga banyak orang segera sadar diri, tergugah, dan cepat bangkit dari keterpurukan untuk mewujudkan harapan dan cita-citanya.
Dengan berbagi energi kasih, kita menyembuhkan hati yang luka agar bahagia.
Teruslah berbagi energi positif dan mencerahkan semesta.
…
Mas Redjo

