Ketika Musa membebaskan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir, dia mengalami tantangan penolakan dari Firaun maupun bangsa Israel sendiri. Yesus yang hendak membebaskan bangsa Israel dari perbudakan dosa mengalami hal yang sama. la juga mendapat tantangan dan penolakan, walaupun la melakukan banyak mukjizat.
Yesus mengecam kota-kota yang tidak bertobat, meskipun la telah melakukan banyak mukjizat di situ. Kota-kota itu antara lain Khorazim, Betsaida, dan Kapernaum. Sikap orang-orang dari ketiga kota ini menggambarkan sikap orang yang tidak mau bertobat.
Yesus meratapi kota-kota yang tidak mau bertobat itu. Mengapa, setelah menyaksikan mukjizat yang dilakukan Yesus mereka tidak mau berubah? Tampaknya, tidak semua dari kita mampu menanggapi tanda-tanda yang terjadi dalam hidup ini. Padahal, semua ini mengandung penyelenggaraan Ilahi yang seandainya kita peka untuk memahaminya, semua itu akan mendatangkan keselamatan, kegembiraan, dan sukacita.
Apakah kita tidak mau merendahkan diri dan hati ini untuk berubah, sebagaimana bangsa Israel di Mesir yang menolak Musa dan kota-kota yang menolak Yesus, meskipun telah terjadi mukjizat Tuhan dalam hidup kita?
“Ya Tuhan, ajari dan mampukanlah kami untuk lebih rendah hati dan mau bertobat. Amin.”
Ziarah Batin

