| Red-Joss.com | Disadari dan diakui atau tidak, kita sesekali, bahkan sering kali menjual atau menggadaikan Yesus demi mencapai suatu tujuan yang diinginkan.
Karena demi calon pasangan yang dicintai, kita rela mengesampingkan dan meninggalkan Yesus.
Karena demi jabatan dan banyak proyek yang menggiurkan, kita rela menggadaikan Yesus, dan pindah agama.
Karena diintimidasi dan dilarang mengadakan sembayangan atau kebaktian di rumah, kita jadi takut, diam, dan tak berani menyuarakan kebenaran. Padahal kebebasan beragama itu dijamin oleh negara.
Maaf, bisa jadi saya, kau, dan kita juga mengalami hal seperti itu.
Tapi kita tidak harus menyalahkan, menilai, dan menghakimi orang lain. Alangkah bijak, jika kita berefleksi untuk makin mengenali keimanan sendiri.
Apa tujuan utama dan motivasi kita percaya dan mengimani Yesus?
Sesungguhnya, ketika dibaptis, kita dituntut komitmen dan konsisten untuk menjalani peran kenabian kita. Karena kita telah ditebus dan diselamatkan Yesus.
Semangat perutusan itu yang harus kita hidupi dalam keseharian tanpa banyak tanya dan protes. Tapi kita menjalani sebagai anugerah Allah. Kita dapat meneladani kerendahan hati Bunda Maria.
“Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut kehendak-Mu.”
Intinya, kita dituntut makin dekat Yesus. Caranya kita membangun intimasi dengan-Nya lewat Ekaristi Kudus, mendengarkan dan melaksanakan firman-Nya, juga menghadirkan wajah kasih-Nya di manapun kita berada.
“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku” (Mat 25: 40).
Ketika kita ditawari hal-hal di atas dan demi kenikmatan sesaat, apa kita akan tergoda?
Bukankah ada tertulis, apa gunanya memiliki dunia, jika jiwa ini binasa?
Sesungguhnya, “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang ke luar dari mulut Allah” (Mat 4: 4)
Sungguh, ”Akulah roti kehidupan; siapa saja yang datang kepada-Ku, ia tidak akan pernah lapar lagi, dan siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia tidak akan pernah haus lagi” (Yoh. 6: 35).
Tuhan memberkati.
…
Mas Redjo

