“If you really at the lowest point in your life, you should ask for help.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Kesalahan banyak orang adalah merasa bisa menolong diri sendiri. Merasa mempunyai jawaban atas semuanya, dan mampu untuk mengatasi hal itu sendiri.
Tapi ternyata idak! Apalagi di saat emosi kita sedang tidak stabil. Bantuan orang lain, terutama Tuhan sangat diperlukan.
Dalam ilmu psikologi diterangkan, bahwa saat emosi kita naik, daya pikir kita akan menurun. Ketika kita sedang stres, tertekan, dan berbeban berat. Kadang logika ini juga tidak jalan. Jawaban ada di depan mata, tapi kita tidak ngeh, dan nyadar.
Jangan mengurung diri di kamar saat mengalami keterpurukan hidup. Itu hal salah. Kita tidak harus malu dan gengsi untuk bercerita pada orang yang tepat dan bisa dipercaya. Kita membutuhkan bantuan dan pertolongan teman untuk memberi solusi.
Jika sulit menemukan orang yang bisa dipercaya, kita mempunyai Tuhan yang bisa dipercaya dan diandalkan.
Bercerita dan berdoalah kepada Tuhan. Pasti Tuhan memberi pertolongan. Karena selalu ada jalan bagi orang yang percaya pada-Nya. IA akan mengulurkan bantuan, dan pertolongan bagi kita yang berseru dan berserah pada-Nya. Meski begitu, kadang Tuhan juga menolong melalui orang-orang di sekitar kita.
Karena itu, ingatlah tiga huruf ini: A-S-K. ‘Ask’, mintalah maka kita akan diberi. ‘Seek’, carilah maka kita akan mendapat. ‘Knock’, ketuklah maka pintu akan dibukakan.
Sadari, bahwa kita bukan segala-galanya dan dapat menyelesaikan persoalan hidup ini sendirian, tapi ada saatnya kita “ask for help.”
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

