| Red-Joss.com | Aku tidak bisa melewati batas yang sudah ditentukan. Batas yang sudah dijanjikan, dan yang sudah dihidupi selama bertahun-tahun.
Bukan aku yang membuat batasnya, tapi Dia yang telah memanggil, memilih, membekali, mengutus, memberkati, dan menyertai.
Tugasku dari hari ke hari adalah memastikan, bahwa batas itu jelas dan petunjuk arahnya juga jelas.
Yang penting, selama berjalan itu, hati ini senantiasa damai, bahagia, dan penuh syukur. Tidak ada yang disakiti, dihindari, dan disingkirkan. Sebab, semua adalah sahabat dalam peziarahan hidup, yang masing-masing punya keunikan dan cara menghayati keyakinan dan hidupnya.
Bagi yang menerima hidup dan kehadiranku, kudoakan dan kukirimkan berkatku. Bagi yang menolakku, tetap kudoakan dan kuminta berkatnya. Mengapa? Karena pesan yang diajarkan oleh Tuhan Yesus. “Siapa pun yang mengikuti Dia, bisa mengasihi orang yang mengasihi dan yang membenci. Bisa mencintai saudara dan musuhnya.”
Karena pada akhirnya, yang terjadi adalah seperti yang tertulis dalam Matius 25: 31-46.
Jangan egois, tapi banyaklah berbuat kasih.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

