“Melihat gudang yang berantakan bagai kapal pecah itu adalah cerminan hati saya sendiri.” -Mas Redjo
…
Jangan kaget! Jujur, fakta itu real dan benar! Karena ketidakpedulian, gudang itu dipenuhi banyak barang keluarga dan ‘tetek bengek’. Selain berdebu, sumpek, dan juga ngap!
Saya membuka gudang itu, karena mau dibenahi, setelah Doggy kesayangan mati. Barang itu untuk dipilih dan dipilah. Rencananya, kandang dan barang lainnya itu hendak saya berikan pada teman yang memiara Doggy, atau mereka yang membutuhkan.
Tiba-tiba terlintas dalam pikiran ini, “Mengapa gudang itu tidak saya manfaatkan untuk jualan online?”
Sejak Doggy mati, praktis saya tidak mempunyai kegiatan lain, seperti memberi makan, merawat, dan jalan-jalan setiap pagi – sore dengan Doggy. Selain itu, regenerasi usaha keluarga juga telah saya alihkan ke anak. Bukan berarti ingin pensiun, melainkan untuk penyegaran. Saya juga ingin melakukan dan menikmati aktivitas yang lain.
Untuk pensiun dari usaha dengan momong cucu, atau menikmati hidup sambil traveling, saya tidak tertarik. Saya pernah menjalani profesi wartawan, dan bosan berpetualang. Umur saya juga tidak muda lagi. Sekarang saya ingin melakukan hal-hal baik dan positif yang bermanfaat bagi banyak orang.
Bisnis online itu jadi pilihan utama, karena gudang itu sayang sekali, jika tidak dimanfaatkan. Saya tidak perlu kontrak ruko, tapi bekerja di rumah sendiri.
Motivasi saya adalah, saya pernah dipercaya sebagai koordinator pengembangan modal usaha di lingkungan Gereja selama dua periode, dan berhubungan dengan banyak pelaku UMKM. Peluang itu dapat digunakan sebagai modal berbisnis dan memberdayakan pelaku usaha.
Selain untuk merajut tali silaturahmi dengan banyak teman, saya juga ingin mengisi sisa hidup ini dengan berbagi ilmu dan hal yang berguna bagi sesama.
Aneh, tapi nyata. Semula pikiran ini suntuk melihat gudang yang berantakan, kini saya langsung sumringah. Barang-barang yang di gudang itu dapat dijual murah. Lalu uangnya untuk menambah modal usaha atau membeli fasilitas pendukung lainnya.
Seketika itu semangat juang saya langsung menggelora. Selalu ada pelangi seusai hujan…
…
Mas Redjo

