Sanepo Jawa, “Ngono yo ngono ning ojo ngono” yang secara harfiah berarti ‘gitu ya gitu, tapi mbok nggak gitu’. Hal itu mengingatkan kita agar ‘ojo dumèh’. Tidak berlebihan dalam bertindak atau bersikap. Meskipun memiliki kebebasan, kuasa, wewenang, untuk melakukan sesuatu. Tetap ada batasan dan norma yang perlu diperhatikan agar tidak merugikan rang lain atau melanggar nilai-nilai kewajaran.
Dampak negatifnya adalah terpapar “juling nalar dan nurani.”
Seperti halnya mata juling (strabismus) yang dapat mempengaruhi penglihatan, seperti kabur, ganda, tidak fokus. Juling nalar dan nurani itu melemahkan daya untuk berpikir sehat, membedakan benar dan salah, baik dan buruk, pantas atau tak pantas . ‘Mbok ojo ngono’.
Salam sehat.
Jlitheng

