Oleh : Rio, Scj.
| Red-Joss.com | Beban hidup itu sering berawal dari pikiran. Apa-apa dipikir dan dibawa perasaan, lalu jadi baperan!
Beban pikiran yang menumpuk di kepala itu membuat kita jadi pusing. Turun ke leher, bawaannya tegang. Turun ke hati, bawaannya gelisah, takut, tidak tenang, galau, dan suka marah-marah.
Ketika mengalami hal seperti itu, lebih baik kita santai! Meski hidup tidak sepenuhnya bisa terbebas dari stres, tekanan, dan masalah. Tapi kita tetap tenang!
Resepnya, kita tidak harus pusing untuk menghadapi beberapa hal ini:
Pertama, jomblo. Hari gini masih jomblo? Memang sih, kadang masalah asmara sering jadi beban bagi banyak orang, terutama mereka yang belum memiliki pasangan. Saking dipikirin jadi beban dan mengubah mood kita. Awalnya santai, karena sering ditanya teman, keluarga, saudara, akhirnya jadi beban.
Jika mau bersikap santai, kita tidak harus terbebani, meski belum mempunyai pasangan. Yang utama dan penting adalah hidup kita baik. Status lajang itu tidak dosa dan tidak masalah. Sebaliknya hal itu kesempatan emas bagi kita untuk memantaskan diri. Kita fokus kepada hal yang membawa kita meraih sukses.
Kedua, komentar orang. Hidup itu Tuhan yang menentukan, kita yang menjalani, dan orang lain yang mengkomentari. Omongan orang itu tidak harus ditanggapi dan dipusingi. Karena membuang waktu dan energi. Lebih baik kita mawas diri.
Ketiga, jangan membandingkan. Banyak teman yang sukses, sedang kita belum. Jangan terobsesi pada kesuksesan orang lain. Jangan pula sibuk membanding dengan mereka, karena kesuksesan itu ada masanya. Setiap orang berhak sukses, tapi sedikit yang mau mengusahakan dan memperjuangkannya. “Stop compare yourself with other people.”
Keempat, takut salah dan takut gagal. Takut salah dan gagal, padahal semua orang itu pernah mengalami. Selalu memikirkan kesalahan dan kegagalan adalah penyakit yang dapat menjadi penghambat untuk kita bertumbuh. Sehingga, akhirnya kita tidak mencoba dan tidak berbuat apa-apa.
Ingat, mereka yang sekarang sukses itu adalah orang yang sudah sering mengalami gagal, salah, dan banyak ketidak berhasilan. Orang bijak adalah orang yang mengambil hikmah dari kesalahan dan kegagalan, lalu memperbaikinya untuk menjadi baik, dan lebih baik lagi.
Kelima, masa lalu. Semua orang itu mempunyai masa lalu. Jangan melihat masa lalu dengan penyesalan, jangan pula melihat masa depan dengan kekawatiran, tapi lihatlah hari ini dengan rasa syukur, sukacita, dan senyuman demi masa depan yang gemilang.
Deo gratias.
Edo/Rio, Scj

