Banyak alasan untuk menolak dan tidak percaya. Tapi Tuhan tahu cara yang membuat kita menyadari akan kesalahan, bahkan Dia memberikan garansi, yaitu hidup kekal bagi yang percaya kepada-Nya.
Dialog dalam Injil, antara Yesus dengan orang Yahudi makin seru. Orang Yahudi gencar mencecar dengan banyak pertanyaan, bahkan mereka membawa nama Abraham untuk membela, mempertahankan, dan membenarkan diri. Tapi Yesus tidak kalah cerdik. Yesus memberikan hal yang lebih dahsyat lagi, yaitu jaminan akan hidup kekal bagi yang mendengarkan sabda-Nya dan siap dituntun-Nya.
Tanpa untuk membenarkan diri, Abraham adalah orang yang besar dan dia tetap istimewa di mata Tuhan. Persoalannya sekarang adalah tentang mereka, kita dan kamu. Sudah mempunyai contoh Abraham, juga tokoh besar yang lain, tapi tidak percaya.
Sekarang Yesus bersabda untuk didengar, tapi mereka tetap tidak percaya. Justru makin menolak, mengeraskan hati, dan membenci Yesus. Bagaimana ini?
Dari yang disampaikan di atas, benar-benar manusia itu bisa keras kepala dan mengeraskan hati. Jika tidak sadar, kita bakal kehilangan kesempatan menikmati hidup kekal yang dijanjikan Yesus.
Coba dengarkan di kedalaman hati akan sabda-Nya, “Aku berkata kepadamu, barang siapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.”
Oh, terima kasih Tuhan Yesus. Inilah yang membuat kita mengikuti Dia dengan setia. Karena dosa kita telah ditebus-Nya dan kita diselamatkan-Nya.
Kita makin cinta pada Tuhan Yesus, mengasihi-Nya, dan setia untuk selama-lamanya.
Rm. Petrus Santoso SCJ

